Kumandang takbir merupakan ekspresi syukur yang menandai berakhirnya madrasah Ramadhan. Di tengah beragam tradisi lokal, para ulama menekankan pentingnya menjaga kesesuaian redaksi takbir dengan tuntunan salaf.
Fatwa Syaikh Yusuf Qardhawi meluruskan hukum memandang lawan jenis. Ia menegaskan Islam tak mengenal hidup ala pendeta yang memisahkan gender secara ekstrem, melainkan menata interaksi sesuai fitrah manusia.
Quraish Shihab menafsirkan fitrah manusia bukan hanya sebagai naluri beragama, tapi juga sistem penciptaan yang melekat sejak awalmengarahkan manusia pada kebaikan, rasionalitas, dan keseimbangan hidup.
Dalam pandangan Syaikh Yusuf Qardhawi, naluri memiliki adalah fitrah manusia. Islam, katanya, tak menolak kepemilikan pribadiselama diperoleh secara halal dan digunakan untuk kemaslahatan. Harta bukan simbol keserakahan, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab sosial.
Seni Islami tidak terbatas bahasa Arab atau simbol agama. Ia lahir dari fitrah, memadukan keindahan dan kebenaran, serta menjadi sarana dakwah yang menyapa manusia dan alam.
Ayat ini bukan sekadar ajakan retoris. Ia membentuk basis ontologis bagi pemahaman bahwa manusia, sejak penciptaannya, membawa potensi keberagamaan yang lurus yaitu tauhid.
Nabi membawa risalah bukan dengan senjata atau doktrin kaku, tapi dengan keteladanan yang mewujud dalam perilaku. Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, sabdanya.
Pada masyarakat Jahiliah, seperti dikisahkan oleh Aisyah dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari, pernikahan tidak selalu lahir dari penghormatan terhadap martabat perempuan.
Dalam surat Al-Araf ayat 20 hingga 27, terselip pelajaran yang nyaris terlupakan: bahwa menutup aurat bukan sekadar kewajiban syariat, melainkan dorongan kodrati.
Bukan hanya dengan nalar pengetahuan capaian dan intuisi saja jiwa manusia bisa menempati tingkatan paling utama di antara makhluk-makhluk lain, tetapi juga dengan nalar kekuatan.
Halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan proses mengurai kekusutan hidup untuk mengembalikan manusia pada fitrah yang jernih. Hal ini selaras dengan nilai-nilai Al-Quran
Setiap anak, tanpa terkecuali, dilahirkan dalam keadaan yang suci dan bersih, yaitu di atas al-fithrah. Hal ini disampaikan langsung oleh Muhammad Fauzil Adhim, pakar pendidikan anak
Pada dasarnya setiap manusia baik muslim maupun non muslim, ketika lahir memiliki hati yang jernih dan condong kepada fitrah. Namun kemurnian hati tersebut dapat mengalami perubahan akibat pengaruh dari faktor pendidikan, lingkungan, dan keluarga.