LANGIT7.ID - , Jakarta -
Gerhana Bulan Total (GBT) menjadi salah satu fenomena langit yang langka paling ditunggu oleh masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Tepat hari ini, Selasa 8 November 2022, GBT akan menyapa manusia di Bumi.
GBT kali ini merupakan gerhana bulan terakhir di 2022. Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa Andi Pangerang, GBT yang dapat teramati di Indonesia dalam satu dekade ke depan akan terjadi pada 8 September 2025, 3 Maret 2026, Malam Tahun Baru 2029, 21 Desember 2029, 25 April 2032, dan 18 Oktober 2032.
Baca juga: Niat dan Tata Cara Salat Khusuf, Amalkan Saat Gerhana Bulan TotalTak hanya Gerhana Bulan Total 2022, satu dekade belakangan
fenomena langit ini pernah terjadi. Berikut daftar GBT pernah teramati di Indonesia, melansir dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (
LAPAN).
1. Gerhana Bulan Total 2014
Tepat pada Rabu, 8 Oktober 2014, terjadi Gerhana Bulan Total yang membuat penampakan satelit Bumi tersebut semerah darah atau disebut juga
'blood moon'.Situs Badan Antariksa Amerika Serikat mengungkap fenomena langit tersebut diawali fase gerhana sebagian, total, diakhiri gerhana sebagian lagi.
Warna 'darah' terjadi karena karena Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Namun cahaya matahari terbiaskan hingga menimbulkan kesan kemerah-merahan. Gerhana merah darah terjadi akibat pantulan atmosfer bumi yang umumnya disebabkan dari kumpulan debu letusan gunung berapi.
Efek semburan atmosfer Bumi menyebabkan Bulan yang semula berwarna putih agak kekuningan, menjadi merah darah. Semakin tebal kumpulan debu di atmosfer kian merah pula warna Bulan.
Baca juga: Jadwal dan Daftar Wilayah Bisa Lihat Gerhana Bulan Total 8 November 2022
2. Gerhana Bulan Total 2018
GBT ini terjadi pada 31 Januari 2018 terbilang langka karena Bulan berada dalam konfigurasi Supermoon dan Bluemoon. Fenomena Supermoon terjadi, ketika purnama berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi.
Oleh karena itu ukurannya 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya. Sedangkan Bluemoon adalah penamaan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender.
Konfigurasi Bluemoon, Supermoon, dan GBT yang terjadi pada waktu bersamaan terakhir diamati pada 31 Maret 1866, atau 152 tahun lalu.
Selain itu, GBT di tahun yang sama juga terjadi pada 28 Juli 2018. Fenomena ini disebut Bloodmoon yang menjadi GBT paling lama dalam 100 tahun terakhir.
3. Gerhana Bulan Total 2021
Fenomena GBT Supermoon 2021 terjadi beberapa kali dalam setahun, pada 27 hingga 29 April dan 26 Mei 2021. GBT ini akan berlangsung dalam durasi parsialitas selama 3 jam 8 menit 12 detik. Sementara itu, durasi totalitas berlangsung cukup singkat, selama 18 menit 28 detik.
Baca juga: Gerhana Bulan Terjadi 8 November, Simak Tata Cara Salat Khusuf(est)