LANGIT7.ID, Jakarta -
Gerhana Bulan Total akan terjadi pukul 17:17 WIB/18:17 WITA/19:17 WIT dan berakhir pukul 19:49 WIB/20:49 WITA/21:49 WIT pada hari ini, Selasa (8/11/2022).
Dosen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM), Rinto Anugraha, menjelaskan proses terjadinya gerhana, jenis gerhana, hingga cara menghitung gerhana. Ada pula fakta menarik seputar gerhana matahari dan bulan.
Baca Juga: 6 Fakta Salat Khusuf saat Terjadi Gerhana, Simak AturannyaGerhana matahari terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi terletak pada suatu garis lurus. Sedangkan, gerhana bulan terjadi saat matahari, bumi, dan bulan terletak pada suatu garis lurus.
Dalam satu tahun kalender, 1 Januari sampai 31 Desember, bisa terjadi hingga lima kali gerhana matahari seperti yang terjadi pada 1805, 1935, dan diprediksi akan terjadi lagi pada 2206. Dalam satu tahun kalender, bisa terjadi hingga tiga kali gerhana bulan total seperti yang terjadi pada 1982.
Baca Juga: Materi Khutbah Rasulullah SAW Ketika Terjadi Gerhana
Jumlah gerhana matahari paling sedikit dalam setahun adalah dua kali. Kedua-duanya dapat berupa gerhana matahari parsial, seperti pada 1996 dan 2004. Jumlah gerhana bulan paling sedikit dua buah. Keduanya dapat berupa gerhana penumbra sebagaimana pada 1966 dan 2016.
Rinto menjelaskan, jumlah gerhana, baik gerhana matahari maupun bulan, adalah gerhana yang terjadi di bumi secara keseluruhan, bukan hanya pada satu daerah tertentu di bumi.
Baca Juga: Fenomena Gerhana dalam Islam, Pengingat Hari Penghakiman
"Beberapa fakta menarik seputar gerhana: jumlah gerhana paling sedikit dalam setahun empat buah yaitu dua solar dan dua lunar, jumlah gerhana paling banyak dalam setahun tujuh buah, dalam setahun maksimal terdapat lima kali gerhana matahari dan dalam setahun maksimal terdapat lima kali gerhana bulan,” kata Rinto, dikutip laman resmi Muhammadiyah, Selasa (8/11/2022).
(jqf)