LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok untuk menumbuhkan kreativitas. Mendorong lebih banyak lagi pelaku usaha yang bisa memanfaatkan berbagai peluang di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, mahasiwa memiliki peran sebagai agen perubahan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga perlu menjadi panutan oleh setiap kalangan demi menghadirkan kreativitas dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Saya berharap dari kalangan mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi, menggali bakat sesuai minat. Juga memacu kreativitas, inovasi, dan terus berkontribusi dalam menjawab tantangan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini,” ujarnya secara daring dalam acara Pembinaan Sikap Dasar Profesi Poltekpar Lombok Tahun 2021, Rabu (18/7).
Baca juga: Sambut Kemerdekaan Indonesia, Menparekraf: Wis Wayahe Merdeka dari PandemiTidak hanya itu, pihaknya juga meminta generasi muda, khususnya mahasiswa mampu melakukan inovasi. Sehingga tidak hanya terpaku untuk mencari pekerjaan, tapi juga menjadi pencipta lapangan kerja.
Peluang yang ada Lombok saat ini, yakni Mandalika diharapkan nantinya dapat dikelola dengan baik oleh generasi penerus bangsa. Sebab, Mandalika menjadi salah satu bagian dari destinasi super prioritas yang menjadi andalan Indonesia.
“Poltekpar Lombok harus menjadi institusi yang menopang pembangunan SDM bagi pariwisata Lombok, yang merupakan kebanggaan, dan kekuatan ekonomi kreatif bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Sandiaga Lanjutkan Program Akselerasi Digital Pelaku EkrafSementara itu, Plt Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Herry Rachmat Widjaja mengatakan, pembinaan dasar sikar profesi adalah tahap awal yang harus dilalui oleh mahasiswa baru dalam menempuh pendidikan di bidang pariwisata di Poltekpar Lombok.
Mengingat mahasiswa yang ada berasal dari latar belakang berbeda. Sehingga perlu adanya pemahaman dasar terkait sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Pembinaan dasar sikap profesi menjadi penting untuk menyamakan persepsi dalam memasuki dunia pariwisata, termasuk dalam menghadapi pembelajaran dan kedisiplinan,” imbuhnya.
(zul)