LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia memiliki beragam masjid dengan arsitektur menarik, seperti yang diterapkan di Masjid Jami Said Na'um, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Masjid ini memiliki gaya arsitektur Jawa dengan jendela-jendela besar.
Karena arsitekturnya yang menarik dan inovatif, masjid yang diresmikan pada tahun 1977 ini mendapatkan penghargaan internasional
Aga Khan Award for Architecture pada tahun 1984.
Sederet jendela yang mengelilingi masjid dirancang agar ruang salat terasa sejuk. Jendela besar itu memiliki celah ventilasi udara yang banyak sebagai sirkulasi udara agar ruangan terasa tetap sejuk.
Baca Juga: Masjid Cambridge Mualafkan 86 Orang Sejak Januari 2022Kendati demikian, kini semua jendela itu ditutup dengan fiber dan ruang salat dihiasi AC sebanyak 15 unit sebagai penyejuk ruangan. Ini dikarenakan suhu lingkungan sekitar kian memanas seiring berjalannya waktu.
"Dulu dirancang supaya sejuk, tapi semakin ke sini lingkungan semakin terasa panas. Jadi kalau ada salat Jumat, tarawih, jamaah penuh, itu jadi pada tidak tahan," kata Sekretaris DKM Masjid Jami Said Na'um, Haji Sumarno saat ditemui
Langit7.id di Masjid Jami Said Na'um, Tanah Abang, Rabu (9/11/2022).
Sumarno membeberkan, pemakaian AC telah dilakukan sekitar 6-7 tahun lalu. Setiap AC yang menghiasi dinding ruang salat memiliki daya sebesar dua paard krach (PK).
Selain itu, Masjid Jami Said Na'um hingga kini belum pernah mengalami renovasi serta tetap mempertahankan gaya arsitektur khas Jawa. Tak hanya itu, ruangan berbahan dasar kayu jati di setiap pintu masuk, jendala, mimbar, dan langit-langit didatangkan langsung dari Jawa Tengah.
"Semua itu di dalam pakai kayu jati, itu semua dibawa dari Jepara. Belum pernah diubah, cuma ada penambahan atap bagian luar masjid supaya jamaah yang salat di teras tidak kehujanan, kepanasan," jelasnya.
Masjid Jami Said Na'um dibangun di atas lahan seluas 15.000 meter persegi, peletakan batu pertama diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin pada 1975. Tempat ibadah yang kental dengan adat Jawa ini mampu menampung sekitar 1.000 jamaah.
Baca Juga: Niat Awal jadi Pastor, Arnold Al Gonzaga Putuskan untuk Bersyahadat(zhd)