LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah negara masih berupaya mengevakuasi warganya dari Afghanistan setelah Taliban berhasil merebut ibu kota Kabul dan membuat presidennya tunggang-langgang.
Hongaria pada Rabu (18/8) mengatakan telah menyusun evakuasi untuk 26 warganya yang bekerja sebagai kontraktor dari Afghanistan dan mereka akan kembali ke tanah air melalui penerbangan dari negara lain.
Negara Eropa Timur itu berencana mengirim misi evakuasi sendiri ke Afghanistan untuk membantu warga Hongaria yang masih berada di Kabul.
Kami sekarang mengandalkan itikad baik dari kelompok Taliban yang menjadi lawan kami dalam perang 20 tahun," kata Wakil Menteri Luar Negeri Levente Magyar saat konferensi pers.
"Tujuan kami adalah untuk membantu warga Hongaria yang terjebak di sana kembali pulang, ini yang menjadi kewajiban kami sekarang."
Alasan keamanan Magyar enggan menjelaskan soal evakuasi Hongaria. Ia hanya menjelaskan pemerintah Hongaria siap membantu "sekelompok kecil" warga Afghanistan beserta keluarga mereka yang telah membantu pasukan Hongaria di Afghanistan. Namun, secara tegas menolak ide penerimaan pencari suaka yang ingin meninggalkan negara itu.
Kemudian Kanada juga akan melanjutkan penerbangan militer ke Afghanistan untuk mengevakuasi warga sipil begitu Amerika Serikat mendapatkan kembali kendali atas bandara Kabul.
"Penerbangan Angkatan Bersenjata Kanada (CAF) mendukung operasi yang sedang berlangsung dan akan mengevakuasi sebanyak mungkin warga Afghanistan yang berisiko, karena alasan intensitas kedekatan maupun yang memiliki hubungan lama dengan Kanada," kata seorang juru bicara CAF dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam.
Pasukan Amerika Serikat terpaksa menghentikan semua evakuasi setelah ribuan orang yang putus asa untuk keluar dari Afghanistan memadati bandara Kabul pada Senin (16/8).
Kerumunan warga di bandara Kabul terjadi setelah para pejuang Taliban merebut ibu kota Afghanistan tanpa perlawanan. Landasan pacu dan landasan bandara kini sudah bersih dari keramaian.
Penerbangan militer yang mengevakuasi para diplomat dan warga sipil dari Afghanistan mulai lepas landas pada Selasa pagi (17/8), kata seorang pejabat keamanan salah satu negara Barat di bandara Kabul
Penerbangan menggunakan pesawat sewaan yang membawa warga Afghanistantelah tiba di Kanada mulai Senin malam (16/8) dan penerbangan tambahan akan dikirim mulai Selasa malam (17/8), menurut pernyataan CAF.
"Kami bekerja dalam koordinasi yang erat dengan mitra Amerika Serikat dan sekutu-sekutu kami dalam rencana untuk melanjutkan penerbangan evakuasi keluar dari Afghanistan sesegera mungkin," kata CAF.
CBC News yang mengutip beberapa sumber adalah yang pertama melaporkan berita tentang Kanada akan melanjutkan penerbangan militer ke Afghanistan.
Belanda gagal evakuasiSementara Belanda dikabarkan gagal mengevakuasi warganya yang berada di Afghanistan. Operasi evakuasi batal dilakukan akibat kekisruhan terjadi di Bandara Kabul, sehingga tak memungkinkan mereka yang hendak dievakuasi memasuki pesawat.
Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag mengatakan Belanda berencana menjemput hingga 1.000 pegawai kedutaan lokal, penerjemah dan keluarga mereka dari Afghanistan.
Hanya saja sebuah pesawat militer yang dioperasikan oleh Belanda bersama dengan negara Eropa utara lainnya meninggalkan Kabul tanpa penumpang menuju Belanda pada Selasa malam.
Tenttara AS yang mengamankan bandara tidak mengizinkan warga Afghanistan mengakses pintu masuk meski bila mereka mengantongi surat mandat sah sekalipun. Lagipula pesawat hanya mendarat di Kabul sekitar setengah jam. "Semoga situasinya akan membaik pada Rabu. Kami sedang mencoba memahami situasi dan memastikan bahwa kami dapat mengevakuasi orang-orang yang ingin kami bawa pulang."
(Sumber: Antara)(arp)