LANGIT7.ID, Jakarta - Saat haid atau
menstruasi, tidak sedikit perempuan yang mengalami nyeri pada perut bagian bawah.
Nyerinya beragam, ada yang ringan, sedang, bahkan bisa sakit parah dan tak tertahankan. Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk mengatasi ini, yakni dengan menenangkan diri terlebih dahulu.
Menurut CEO dan Founder Santri Motivator School Ustaz Asroni Al Paroya, bagi seorang muslim cara yang tepat untuk menenangkan diri adalah dengan Dzikir, sebab itu merupakan media komunikasi antara hamba dengan Rabbnya.
"Bacaan dzikir itu cukup banyak, bisa hanya menyebutkan Allah, Allah, Allah ataupun kalimat Thoyyibah lainnya," ujar Ustaz Asroni kepada Langit7, Rabu (9/11/2022).
Hal tersebut merujuk perkataan Imam Nawawi dalam al Adzkar bahwa yang paling utama dari aktivitas seorang hamba adalah menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah SWT sebagaimana dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Selain itu, ada juga doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yang bisa diamalkan baik ketika hari pertama haid, ketika merasakan nyeri haid ataupun dalam masa haid.
Baca juga: Ini 3 Ibadah yang Masih Boleh Dilakukan Muslimah Menstruasi1. Doa Hari Pertama Haidالْحَمْدُللهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍArtinya:
"Segala puji bagi Allah atas segala perkara, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segenap dosa."2. Doa Ketika Merasakan Nyeri Haidاللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًاArtinya:
"Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit." (HR. Bukhari).3. Doa Selama Haidرَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِArtinya:
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhan kamu, perkenankanlah doaku.""Setelah membaca do’a tersebut kemudian bertafakkur merenungkan kekuasaan Allah SWT, atas apa yang menjadi Qudrat sebagai perempuan, karena apa yang Allah Taqdirkan tentunya pasti ada maslahatnya, manfaatnya dan maksudnya," pungkas Ustaz Asroni.
(sof)