LANGIT7.ID - , Jakarta -
Al Quran merupakan pedoman hidup manusia untuk pegangan di
akhirat kelak. Oleh sebab itu, umat Muslim perlu mempelajari kitab suci itu agar berada di jalan yang tepat menurut agama.
Tak hanya sekadar membaca, lebih damai rasanya jika ayat-ayat Al Quran dilantunkan dengan nada-nada yang indah. Seni mambaca Al Quran dengan melagunya adalah perbuatan yang disukai oleh
Rasulullah SAW.
Baca juga: Cara Baca Al-Quran sebagai Obat Penyakit Hati dan JiwaItulah sebabnya di Jazirah Arab dikenal dengan berbagai macam bacaan Al Quran. Di Indonesia, kita juga sering menyaksikan perhelatan yang disebut
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), yaitu seni membaca Al Quran dengan cara melagukannya. Adapun tujuannya untuk mengasah dan menarik minat masyarakat untuk belajar dan mempelajari Al Quran.
Melansir dari MUI Digital, Jumat (11/11/2022) hadits yang bersumber dari
Abu Hurairah mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memperdengarkan satu ayat dari Al Quran maka yang membacanya itu menjadi cahaya baginya dan yang mendengarkannya. Dan barang siapa yang tidak memperindah bacaan Al Qurannya maka ia bukan bagian dariku.”
Dari keterangan ini, kita bisa memahami membaca dan memperdengarkan Al Quran sangat dianjurkan oleh Rasulullah, begitu pula dengan melagukannya. Dengan demikian, kita bisa larut dan tenggelam dalam alunan ayat sehingga enak di dengar.
Menurut Sekum MUI Sulawesi Selatan, ada penjelasan ilmiah terkait membaca Al Quran dengan dilagukan. Ketika membaca Al Quran otak kanan dan kiri bekerja bersama.
Baca juga: Tips Santri Jaga Hafalan, Baca Al Quran Lihat Mushaf“Jadi saat manusia membaca Al Quran, gerakan pada sel-sel otak bekerja secara simultan antara otak kanan dan kiri. Karena karena kalau kita membaca al quran ada nilai matematis untuk bisa berfungsi di otak kiri,” kata Muammar dalam video unggahan MUI Digital.
Sebab, ketika membaca Al Quran ada aturan bacaan yang harus dipahami, seperti kapan harus panjang, pendek, dan berhenti.
“Ada pula harakat yang perlu dipahami, supaya seperti saat lomba MTQ tidak ada nilai yang dikurangi. Oleh sebabnya pembacaan Al Quran harus jelas, itu matematis,” tutur Muammar.
Selain itu menurut Muammar, di saat bersamaan ada nilai seni yang bisa muncul ketika umat Muslim membaca Al Quran.
“Seperti halnya dilagukan. Itu menunjukkan Al Quran dekat dengan seni, yaitu seni membaca. Begitu kaya seni baca Al Quran. Oleh karena itu otak bekerja bersamaan secara simultan, Masya Allah,” ucapnya.
Baca juga: 5 Ayat Qur'an Tentang Perintah Menuntut Ilmu dan Berpikir Komprehensif(est)