LANGIT7.ID, Denpasar -
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali menghasilkan deklarasi yang terdiri 51 poin. Salah satu poin penting Deklarasi Pemimpin G20 atau G20 Leaders Bali Declaration adalah permintaan kepada
Rusia untuk menghentikan invasi ke
Ukraina.
Perang tersebut memperparah krisis ekonomi global setelah diamuk pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun. Akibatnya pertumbuhan ekonomi terhambat, inflasi meningkat, mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kerawanan energi dan pangan, dan meningkatkan stabilitas keuangan.
“Tahun ini, kita juga menyaksikan perang di Ukraina berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global. Kami menegaskan kembali posisi nasional kami, menyesalkan dengan sangat keras agresi oleh Federasi Rusia terhadap Ukraina dan menuntutnya secara penuh dan tanpa syarat penarikan dari wilayah Ukraina,” demikian salah satu poin Deklarasi Pimpinan G20 di Bali, Rabu (16/11/2022).
Baca Juga: Gerindra Harap G20 Mampu Ciptakan Perdamaian Dunia
Kendati begitu, pimpinan G20 menyadari G20 bukan forum untuk menyelesaikan masalah keamanan. Namun, mereka mengakui masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan terhadap ekonomi global.
Para Kepala Negara anggota G20 menilai sangat penting untuk menegakkan hukum internasional dan sistem multilateral yang menjaga perdamaian dan stabilitas. Ini termasuk membela semua Tujuan dan Prinsip yang diabadikan dalam Piagam PBB dan mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk perlindungan warga sipil dan infrastruktur dalam konflik bersenjata.
Baca Juga: Presiden Jokowi Ajak Delegasi KTT G20 Tanam Mangrove
“Penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir tidak dapat diterima. Penyelesaian konflik secara damai, upaya mengatasi krisis, serta diplomasi dan dialog, sangat penting. Zaman sekarang tidak boleh perang,” demikian deklarasi tersebut.
(jqf)