LANGIT7.ID, Jakarta - Politikus senior, Mahathir Mohamad harus rela kehilangan kursi parlemennya setelah kalah dalam hitungan cepat pemilu Malaysia yang ke-15. Ini merupakan kekalahan pertamanya dalam pemilihan parlemen sejak dia kalah pada 1969.
Dilansir AFP, Ahad (20/11/2022), Mahathir menduduki peringkat keempat dan posisi pertama diisi oleh Mohd Suhaimi Abdullah. Hal ini kemungkinan mengakhiri Mahatir sebagai politikus senior Malaysia.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, politikus berusia 97 tahun itu memeroleh total raihan suara sebanyak 4.566. Kursi parlemen Majelis Rakyat dari Langkawi akhirnya jatuh ke tangan Mohd Suhaimi Abdullah dari Perikatan Nasional dengan memeroleh 25.463 suara.
Baca Juga: Malaysia Gelar Pemilu 2022, 4 Kandidat PM Bertarung SengitSebelumnya, Mahathir disarankan oleh banyak pihak untuk pensiun, meski demikian ia sempat menilai bahwa pemilu kali ini sebagai kesempatan yang bagus. Pada pemilu kali ini dia mencalon diri dibawah naungan Partai Pejuang Tanah Air.
"Saya masih berdiri dan berbicara dengan Anda, menurut saya, membuat jawaban yang masuk akal," kata Mahathir.
Mahathir memegang Rekor Dunia Guinness sebagai 'perdana menteri tertua di dunia saat ini' ketika ia menjadi perdana menteri untuk kedua kalinya pada 2018 lalu. Dalam pemilu ini, Koalisi Pakatan Harapan pimpinan Anwar Ibrahim memeroleh 82 kursi parlemen, disusul Perikatan Nasional 73 kursi, sedangkan Barisan Nasional yang berkuasa anjlok ke peringkat tiga dengan 30 kursi parlemen.
(zhd)