LANGIT7.ID - , Jakarta -
Malaysia mengadakan
pemilihan umum (Pemilu) parlemen ke-15 (GE 15) pada Sabtu (19/11/2022). Pemilu tersebut sekaligus menentukan
perdana menteri (PM) yang baru.
Pemilu ke-15 menjadi salah satu kontes politik yang paling sengit di negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Ada tiga koalisi utama yang bersaing yakni Barusan Nasional (BN), Pakatan Harapan (PH), dan Perikatan Nasional (PN). Ketiganya berupaya mencapai bagian terbesar dari kursi federal yang tersedia untuk membentuk pemerintahan berikutnya.
Baca juga: Mahfud MD Minta WNI di Malaysia Jaga AkhlakSementara itu, koalisi Gerakan Tanah Air (GTA) yang dipimpin mantan PM Malaysia,
Mahathir Mohamad, juga ikut bersaing. Ada juga Gabungan Rakyat Sabah dan Gabungan Parti Sarawak.
Mengutip data Komisi Pemilihan Umum Malaysia (SPR), Sebanyak 21 juta warga memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam Pemilu tersebut. sementara itu, 222
kursi parlemen akan diperebutkan pada hari pemungutan suara.
Pemilu di Malaysia mempunyai dua tingkatan yaitu tingkat federal/persekutuan dan tingkat negeri/negara bagian. Pemilihan tingkat federal adalah untuk memilih anggota legislative untuk majelis legislatif rendah atau disebut Dewan Rakyat yang nantinya akan menjadi bagian dari Parlemen Malaysia.
Sedangkan, pemilihan tingkat negara bagian adalah memilih anggota legislative untuk mejalis negeri/negara bagian atau disebut Dewan Undangan Negeri.
Jumlah anggota legislatif yang duduk di masing-masing Dewan Negeri bervariasi. Sarawak merupakan negara bagian yang memiliki anggota legislatif terbesar yaitu 82 kursi. Sedangkan, Perlis merupakan negara bagian dengan jumlah kursi terkecil yaitu 15.
Baca juga: Kronologi Skandal 1MDB, Penyebab Eks PM Malaysia Dipenjara 12 TahunSeperti halnya pemilu tingkat federal, partai pemenang pada pemilu tingkat negeri berhak membentuk pemerintahan eksekutif. Umumnya, pemilihan umum tingkat negeri dilaksanakan bersamaan dengan pemilihan umum parlemen.
Pada pemilu ke-15 ini, ada empat kandidat PM Malaysia. Mereka adalah Ismail Sabri Yakoob (62 tahun) dari Barisan Nasional (BN), Anwar Ibrahim (75) dari Pakatan Harapan, Muhyiddin Yassin (75) dari Perikatan Nasional, dan Ahmad Zahid Hamidi (69) dari organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu.
Seorang Ilmuwan Politik dari Sunway University di Kuala Lumpur, Prof Wong Chin Huat, mengatakan, pemilu Malaysia kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Itu karena lebih banyak kandidat.
“Putaran ini kami memiliki tiga koalisi nasional dan tiga blok regional di Sabah dan Sarawak yang mencoba berperan sebagai raja,” kata Wong, dikutip dari CAN.
Beberapa pemilih mungkin akan merasa bingung karena lebih banyak pilihan kadidat dan pertarungan. Mereka tidak lagi melihat gejolak politik dari anggota parlemen yang berpindah kubu setelah terpilih.
Baca juga: Ini Rahasia Perdana Menteri Tertua di Dunia Tetap Sehat di Usia 96 Tahun(est)