LANGIT7.ID, Jakarta -
Istri shalihah memiliki ciri yang sederhana yakni taat kepada Allah SWT dan suaminya. Mereka yang memenuhi kriteria ini disebut punya keistimewaan khusus.
Seorang
muslimah yang taat kepada ajaran agama dan suaminya bisa masuk surga dari pintu mana saja. Hal ini disebutkan oleh pendakwah
Ustadz Adi Hidayat atau UAH.
Lalu bagaimana ciri-ciri istri salihah menurut Islam, berikut penjelasan UAH dalam potongan ceramahnya dikutip
Langit7:
Baca Juga: 4 Karakter Istri Calon Penghuni Surga, Muslimah Wajib Simak Nih1. PatuhQanita ialah kepatuhan total. Patuh di sini pada dasarnya adalah seorang istri yang patuh kepada Allah.
"Kalau salat, patuh kepada Allah ini bisa dilihat dari khusyuknya. Namun bila diartikan dalam kehidupan rumah tangga, maka maknanya menjadi luas," kata dia dikutip Senin (21/11/2022).
Adapun makna dalam rumah tangga, kepatuhan kepada Allah adalah dengan menaati suami. Asalkan suami tidak menyalahi ketentuan Allah.
"Istri yang mampu menjaga kepatuhan ini sampai dia meninggal, maka Allah akan langsung memerintahkan dia untuk masuk ke surga melalui pintu mana saja yang mau dia pilih," ujarnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, 'Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.'” (HR. Ahmad).
2. Menutup AibCiri istri salihah yang kedua adalah mereka yang mampu menutup aib suami atau rumah tangganya, karena Allah sudah menutupi aib hamba-Nya. Terutama bila dia sedang tidak bersama suaminya.
"Allah menutupi setiap persoalan antara suami-istri yang terjadi di rumah tangga, sampai hari kiamat. Dengan catatan, baik suami maupun istri tidak tidak membuka aibnya sendiri," ujarnya.
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menambahkan, Allah akan tetap menutup aib hamba-Nya sekalipun rumah tangga berakhir pada perpisahan. Sampai nanti di akhirat akan ada urusan hisab antara hamba dengan Tuhannya.
“Barangsiapa menutupi aib seseorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat” (HR Muslim).
(bal)