LANGIT7.ID, Jakarta - Arti
sayyidina berarti pemimpin, berasal dari kata 'sayyid'. Umat Islam biasa menambahkan kata tersebut dalam
shalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Penggunaan
sayyidina kerap kali mengundang perdebatan, khususnya dalam
salat. Sebab ketika tahiyat, ada bacaan lengkap shalawat.
Penceramah
Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, ada dua penggunaan dalam kata 'sayyidina'. Di antaranya penyebutan dalam salat dan di luar salat.
"Para sahabat sering menggunakan 'sayyidina' saat di luar salat. Sebab, kata tersebut digunakan sebagai penghormatan," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Selasa (22/11/2022).
Baca Juga: Memuliakan Nabi dengan Kata Sayyidina dalam ShalawatMenurut dia, para sahabat sering menggunakan 'sayyidina' untuk Rasulullah saat di luar salat. Begitu juga sebaliknya, di mana Rasulullah menjuluki Abu Bakar as siddiq dengan Sayyidul Qaumi dan Umar bin Khattab dijuluki Sayyid (dihormati kabilahnya).
"Jadi kalau ada yang pakai itu (sayyidina) kita tak perlu harus ribut, karena ada kalimatnya dan ulama kita pun melakukannya. Kalau pun Anda memilih tidak menggunakannya maka tidak ada masalah," ujar dia.
Namun, dia mengungkapkan ada perbedaan ketika digunakan dalam salat. Tanpa bermaksud menyalahkan yang lain, UAH mengaku dirinya tidak menggunakan "sayyidina" dalam salat.
"Ada teman-teman memilih menggunakan 'sayyidina', tapi saya memilih untuk tidak menggunakannya," katanya.
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini mengungkapkan, dia lebih memilih untuk mengikuti tata cara salat sesuai dari asal dan petunjuk Nabi Muhammad. Di mana tidak digunakan "sayyidina" dalam salat.
"Bukan berarti tidak menghormati Nabi, tapi karena kalimat dalam salat itu lafaznya diikat dengan kalimat Nabi. Jadi apa yang dibaca Nabi itulah yang kita baca, begitu juga apa yang dikerjakannya," ujar dia.
Rasulullah SAW bersabda, "Salatlah kalian seperti kalian melihat bagaimana aku salat." (HR. Bukhari).
(bal)