alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 26 November 2022
home edukasi & pesantren detail berita

Arti Sayyidina dalam Shalawat, UAH: Jangan Jadi Perdebatan

mahmuda attar hussein Jum'at, 25 November 2022 - 06:30 WIB
Arti Sayyidina dalam Shalawat, UAH: Jangan Jadi Perdebatan
Arti Sayyidina dalam Shalawat. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Arti sayyidina berarti pemimpin, berasal dari kata 'sayyid'. Umat Islam biasa menambahkan kata tersebut dalam shalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Penggunaan sayyidina kerap kali mengundang perdebatan, khususnya dalam salat. Sebab ketika tahiyat, ada bacaan lengkap shalawat.

Penceramah Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, ada dua penggunaan dalam kata 'sayyidina'. Di antaranya penyebutan dalam salat dan di luar salat.

"Para sahabat sering menggunakan 'sayyidina' saat di luar salat. Sebab, kata tersebut digunakan sebagai penghormatan," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Memuliakan Nabi dengan Kata Sayyidina dalam Shalawat

Menurut dia, para sahabat sering menggunakan 'sayyidina' untuk Rasulullah saat di luar salat. Begitu juga sebaliknya, di mana Rasulullah menjuluki Abu Bakar as siddiq dengan Sayyidul Qaumi dan Umar bin Khattab dijuluki Sayyid (dihormati kabilahnya).

"Jadi kalau ada yang pakai itu (sayyidina) kita tak perlu harus ribut, karena ada kalimatnya dan ulama kita pun melakukannya. Kalau pun Anda memilih tidak menggunakannya maka tidak ada masalah," ujar dia.

Namun, dia mengungkapkan ada perbedaan ketika digunakan dalam salat. Tanpa bermaksud menyalahkan yang lain, UAH mengaku dirinya tidak menggunakan "sayyidina" dalam salat.

"Ada teman-teman memilih menggunakan 'sayyidina', tapi saya memilih untuk tidak menggunakannya," katanya.

Pendiri Quantum Akhyar Institute ini mengungkapkan, dia lebih memilih untuk mengikuti tata cara salat sesuai dari asal dan petunjuk Nabi Muhammad. Di mana tidak digunakan "sayyidina" dalam salat.

"Bukan berarti tidak menghormati Nabi, tapi karena kalimat dalam salat itu lafaznya diikat dengan kalimat Nabi. Jadi apa yang dibaca Nabi itulah yang kita baca, begitu juga apa yang dikerjakannya," ujar dia.

Rasulullah SAW bersabda, "Salatlah kalian seperti kalian melihat bagaimana aku salat." (HR. Bukhari).

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 26 November 2022
Imsak
03:56
Shubuh
04:06
Dhuhur
11:43
Ashar
15:07
Maghrib
17:56
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan