LANGIT7.ID - , Jakarta - Kementerian Kesehatan (
Kemenkes) kembali menemukan tiga anak terpapar virus
polio di Pidie, Aceh. Ketiganya tinggal di lingkungan sama dengan satu anak terpapar polio pada awal November 2022.
Menurut Kemenkes, kasus baru ini ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan
tinja melalui Targeted Healthy Stools Sampling sesuai dengan rekomendasi WHO.
Baca juga: Temukan 1 Kasus, Kemenkes Ungkap Alasan Dibalik KLB PolioKemenkes melakukan penelusuran epidemiologi di sekitar lokasi kasus polio di Pidie melalui pemeriksaan tinja terhadap 19 anak sehat. Hal ini dilakukan untuk menilai apakah sudah terjadi transmisi di komunitas.
Polio menyebar melalui kontak orang ke orang. Ketika seorang anak terinfeksi polio liar, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus. Ini kemudian dibuang ke lingkungan melalui feses.
Virus yang sudah memapari feses tersebut dapat menyebar dengan cepat melalui komunitas terutama dalam kondisi kebersihan dan sanitasi yang buruk. Virus tidak akan rentan menginfeksi dan bahkan bisa mati bila seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap terhadap polio.
Polio dapat menyebar ketika makanan atau minuman terkontaminasi oleh feses. Ada juga bukti bahwa lalat dapat secara pasif memindahkan virus polio dari feses ke makanan.
Kebanyakan orang yang terinfeksi virus polio tidak memiliki tanda-tanda penyakit dan tidak pernah sadar bahwa mereka telah terinfeksi. Orang-orang tanpa gejala ini membawa virus dalam usus mereka dan dapat menyebarkan infeksi ke ribuan orang lain.
Baca juga: Ditetapkan Jadi KLB, Kenali Gejala Polio hingga Cara PencegahannyaMelansir dari Infeksi Emerging Kemenkes, Jumat (25/11/2022) polio menjadi virus sangat berbahaya karena tidak ada obatnya. Hanya ada perawatan untuk meringankan gejala, termasuk imunisasi polio pada anak sejak dini.
Apabila sudah terkena polio, tindakan yang dilakukan yaitu tatalaksana kasus lebih ditekankan pada tindakan suportif dan pencegahan terjadinya cacat. Anggota gerak diusahakan kembali berfungsi senormal mungkin dan penderita dirawat inap selama minimal 7 hari atau sampai melampaui masa akut.
Cara Pencegahan
Imunisasi merupakan tindakan paling efektif dalam mencegah penyakit polio. Vaksin polio yang diberikan berkali-kali dapat melindungi seorang anak seumur hidup.
Pencegahan penyakit polio dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian imunisasi polio pada anak-anak.
Baca juga: Satu Kasus Polio Ditemukan di Aceh, Kemenkes Tetapkan KLBPencegahan penularan melalui kontak langsung (droplet) dengan menggunakan masker bagi orang sakit maupun yang sehat. Selain itu mencegah pencemaran lingkungan (fecal-oral) dan pengendalian infeksi dengan menerapkan buang air besar di jamban dan mengalirkannya ke septic tank.
(est)