LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah KH Uus M Ruhiyat menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan ibadah salat dengan khusyuk akan mendapatkan kebahagian dari Allah. Karena orang yang khusyuk ketika salat telah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk menyembah Sang Khalik.
"Tidak ada kebahagian bagi seorang mukmin apabila sebelum salat itu sudah berada di tempat, baju sudah rapih, kemudian sudah membersihkan berbagai macam hadas. Lalu datang ke masjid mendengarkan adzan, melaksanakan salat pada waktunya," kata Kiai Uus dalam kajiannya, dikutip di kanal Persis TV, Ahad (4/12/2022).
Dalam hal ini, penjelasan Kiai Uus berdasarkan surat Al-Mu'minuun ayat 1-2. Allah SWT berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ . ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.
Baca Juga: PERSIS Tolak Kampanye LGBTQDengan kekhusyukannya, terang Kiai Uus, orang tersebut akan senantiasa merasa bahagia dan lega hatinya. Meski di waktu yang bersamaan tengah mendapat ujian dari Allah SWT.
Dia menuturkan, kekhusyukan dalam salat atas dasar sifat ikhlas merendah diri di hadapan Allah. Karena itu, orang-orang yang selalu khusyuk ketika salat merupakan hamba Allah yang taat akan segala perintah-Nya.
"Taat kepada Allah, taat kepada aturannya, taat kepada undang-undangnya," jelas dia.
Dengan demikian, kata Kiai Uus, orang yang taat atas perintah-Nya senantiasa dalam perlindungan Allah dalam segala kondisi. Sebaliknya, jika seorang mukmin enggan taat kepada aturan Allah, maka ganjaran Allah akan menantinya.
"Seorang muslim lupa dan melupakan syariat Islam, maka Islam tidak bertanggung jawab. Islam tidak akan memberikan perlindungan kepada seorang muslim yang melanggar, yang lupa dan melupakan aturan-aturan Islam," tuturnya.
Baca Juga: 5 Masjid Bersejarah di Kota Solo, Sudah Berdiri hingga Ratusan Tahun(zhd)