LANGIT7.ID, Jakarta -
Donasi di Indonesia sudah menjadi hal lumrah. Apalagi Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan masyarakat paling dermawan di dunia. Tidak heran jika setiap kali ada bencana alam, banyak lembaga kemanusiaan sampai
influencer atau kreator konten membuka donasi.
Donasi merupakan bagian penting dari filantropi. Islam pun menganjurkan untuk saling tolong-menolong antarsesama manusia. Apalagi jika terjadi suatu bencana. Itu merupakan bentuk persaudaraan yang diajarkan oleh Islam.
Baca Juga: Awkarin Turun ke Lapangan Bantu Pengungsi Gempa Cianjur
Maka itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Buya Yahya, menilai, donasi tidak bisa disamakan dengan meminta-meminta. Donasi merupakan budaya yang harus dilestarikan. Sementara, meminta-minta menjadi perilaku yang harus dihilangkan.
"Kalau anda mengajak untuk berdonasi, lain cerita. Bukan untuk pribadi. Selain bukan untuk diri anda adalah sah. Selagi untuk diri anda, anda masuk golongan orang yang meminta-minta. Kalau untuk program pesantren, untuk program ini, sah-sah saja. Program masji, program kemanusiaan, gempa bumi dan sebagainya,” kata Buya Yahya di kanal youtube-nya, Senin (5/12/2022).
Akan tetapi, ada syarat yang harus dipatuhi. Lembaga maupun perorangan yang membuka donasi harus berperilaku jujur. Kejujuran menjadi pondasi penting dalam hal ini. Orang berdonasi berarti memberikan amanah agar harta yang dititipkan bisa sampai kepada orang yang membutuhkan.
Baca Juga: Menjaga Perasaan Si Pemberi, Dianjurkan Tidak Menolak Bantuan
“Tapi dengan syarat, jujur, jangan sampai akadnya untuk orang fakir untuk program, akan tetapi diambil sendiri,” ujar Buya Yahya.
Mengumpulkan donasi pun harus dilakukan dengan cara terhormat. Buya Yahya mencontohkan kotak amal berjalan. Ini biasa ditemukan saat shalat Jumat ataupun dalam majelis ilmu. Menurut dia, cara itu kurang terhormat.
“Biarkan orang datang untuk beramal, jangan dijalankan (kotak amalnya). Itu bikin tidak enak, kalau yang di samping ngasih, akhirnya pura-pura (memasukkan uang ke kotak amal). Makanya saya bilang, jangan ada kotak amal berjalan di majelis. Kalau mau berbuat baik, harus dengan kesadaran,” ungkap Buya Yahya.
Baca Juga: Bolehkah Menerima Bantuan dari Non Muslim?(jqf)