LANGIT7.ID, Jakarta -
Head of Center of Digital Economy and SMEs of INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini, menerangkan, pertumbuhan
ekonomi digital tumbuh cepat saat pandemi Covid-19. Dia menyebut ukuran ekonomi digital Indonesia paling tinggi di ASEAN dan terus meningkat. Kendati demikian hal itu belum mengakselerasi pertumbuhan
UMKM.
“E-commerce tumbuh dengan pesat di Indonesia ketika pandemi. Digital payment tumbuh dengan cepat. Potensi terus tumbuh ke depan karena GDP per kapita juga akan naik. Indonesia keluar dari negara berkembang di 2045. Hal ini sejalan dengan rencana target pembangunan,” ujar Eisha dalam International
Webinar: Inclusive Digital Transformation yang digelar Indef, Kamis (8/12/2022).
Namun, hal itu bukan berarti tanpa sandungan. Menurut Eisha, sandungan infrastruktur digital saat ini adalah keterbatasan koneksi. Investasi asing di bidang telekomunikasi meningkat, sehingga digital ekonomi akan terus tumbuh.
Baca Juga: UMKM Berkontribusi Besar ke Perekonomian Nasional tapi Terkendala Digitalisasi
Sementara investasi untuk telekomunikasi masih berpusat di Jawa. Ini karena ada ketimpangan infrastruktur dan investasi digital di antara provinsi di Indonesia. Begitu pula dengan potensi ekonomi digital masih berpusat di Jawa.
“Potensi digital ekonomi didukung oleh populasi, penggunaan internet, koneksi telepon genggam, dan teknologi ICT mutakhir,” ungkap Eisha.
Dalam konteks perkembangan UMKM, muncul banyak kendala seperti infrastruktur terbatas, literasi digital rendah, produktivitas dan ketimpangan digital tinggi.
“UMKM banyak yang masih berada dalam sektor informal yang modalnya rendah, sulit akses pembiayaan, produktivitas rendah, kurang kemampuan untuk berkembang, dll,” ungkap Eisha.
Baca Juga: Generasi Muda Harus Berperan dalam Pengembangan Ekonomi Digital
Maka itu Eisha merekomendasikan kepada pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur digital. Peningkatan itu untuk akselerasi legalitas UMKM, peningkatan skill digital, kebijakan mendorong UMKM inklusif, peningkatan akses pembiayaan, dan kolaborasi antar lembaga.
Climate Advisor of Centre for Global Affairs and Public Policy Manager di
Institute for Sustainable Community, Megha Nath, mencontohkan manfaat digitalisasi dalam meningkatkan kualitas UMKM di India.“Bagaimana mendorong UMKM di India? UMKM granted subsidi, dibangun new business model dengan teknologi, dibangun blockchain sehingga akan lebih mudah pengiriman barang jasa untuk umkm yg melakukan ekspor. Meningkatkan akuntabilitas dengan digitalisasi,” ujar Megha.
(jqf)