LANGIT7.ID, Jakarta - ACT ikut berperan dalam memerangi stunting di masa pandemi dengan program Operasi Gizi Anak. Sebab di masa pandemi ini banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhannya, apalagi dari kelompok prasejahtera.
Stunting menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi Indonesia. Negara ini menduduki peringkat keempat dunia dan urutan kedua di Asia Tenggara dalam kasus stunting, kasusnya tembus pada 27,67 persen pada 2019 lalu.
Lewat Operasi Gizi Anak Indonesia, ACT berikhtiar memerangi kasus stunting yang masih terus terjadi. Dengan menggerakkan Tim Humanity Medical Services, tim ini menghadirkan Operasi Gizi Anak di Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Warga Isoman di Cileunyi Bandung Dapat Bantuan dari ACT dan MRIAhli Gizi Tim Humanity Medical Services ACT, Harum Aulia Rahmawati menjelaskan, saat ini sebanyak 37,1 persen anak-anak di Kabupaten Sukabumi mengidap stunting dan masuk ke dalam 13 wilayah penanganan stunting di Jawa Barat.
"Kehadiran Operasi Gizi Anak Indonesia ini mendistribusikan makanan bergizi seimbang sebanyak 800 porsi kepada anak-anak dan ibu hamil, serta gerakan minum susu sebanyak satu juta liter," kata Harum.
Menurut dia, cara ini bagian dari ikhtiar mencegah dan memerangi stunting. Aksi tersebut dilakukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Cikakak, dan Kecamatan Cisolok.
Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, mengapresiasi langkah ACT melalui Operasi Gizi Anak Indonesia. Apalagi masih banyak anak-anak di daerah tersebut yang menderita stunting.
"Kami berterima kasih kepada ACT, dikarenakan Sukabumi ini termasuk daerah yang menjadi perhatian presiden. Kita masih di tingkat atas rata-rata nasional karena anak-anak kita banyak yang stunting," ujarnya.
(bal)