LANGIT7.ID - , Jakarta - Perusahaan digital
OVO dan
Lazada buka suara terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (
KDRT) yang diduga dilakukan oleh Rajen Indrajana Sofiandi. Dalam kabar yang beredar, Rajen diduga petinggi di kedua perusahaan digital tersebut.
Dalam keterangan resminya, OVO menyatakan, benar adanya Rajen merupakan salah satu petinggi mereka. Namun, saat ini pelaku sudah tidak bekerja di OVO sejak 2019.
Baca juga: Viral Video Ayah KDRT Anak dan Istri, Diduga Eks Petinggi Perusahaan Digital“Menanggapi pemberitaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh Sdr Rajen Indrajana Sofiandi, dengan ini kami tegaskan yang bersangkutan sudah tidak bekerja di OVO sejak 2019. OVO mengecam dan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja,” tulis OVO di akun resmi Instagramnya @ovo_id.
Senada dengan OVO, platform e-commerce Lazada mengatakan yang bersangkutan sudah bukan karyawan aktif sejak 2021.
“Yang bersangkutan sudah tidak bekerja di Lazada sejak 2021. Lazada tidak membenarkan dan tidak akan menoleransi aksi kekerasan dalam bentuk apapun, baik di luar maupun di dalam lingkungan kerja,” tegas Lazada.
Baca juga: Lesti Kejora Maafkan Rizky Billar, Bisakah Pelaku KDRT Jera?Pelaku KDRT Raden Indrajana Sofiandi, memiliki riwayat Head of Risk Compliance di beberapa perusahaan digital, yakni OVO, Lazada Indonesia hingga TrueMoney.
(est)