Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Atasi Insecure dengan Bersyukur, Jangan Banyak Mengeluh

mahmuda attar hussein Ahad, 25 Desember 2022 - 13:05 WIB
Atasi Insecure dengan Bersyukur, Jangan Banyak Mengeluh
Atasi Insecure dengan Bersyukur, Jangan Banyak Mengeluh. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Insecure bisa diatasi dengan bersyukur. Untuk itu, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental ini tak boleh sampai terlalu banyak berkeluh kesah.

Bersyukur bisa menjadi salah satu solusi dalam mengatasi insecure. Hal itu dikarenakan, banyak bersyukur akan membuat orang tak terlau banyak membandingkan dirinya dengan capaian orang lain.

Psikolog sekaligus CEO Alpas.id, Olphi Disya Arinda mengatakan, insecure tidak selamanya buruk. Artinya, rasa insecure juga memiliki manfaat untuk pribadi seseorang secara personal.

"Manfaat merasa insecure adalah menjadi landasan dalam memahami diri. Justru insecure membuat sebagian orang untuk lebih banyak belajar untuk memperbaiki diri," ujarnya dalam Webinar BSI Maslahat: Stop Being Insecure yang diikuti Langit7, Ahad (25/12/2022).

Baca Juga: Penyebab Insecure dan Cara Mengatasi Kecemasan Diri

Kemudian, lanjut dia, insecure juga dapat mendorong kreativitas. Misalnya insecure dengan warna kulit yang gelap, bisa mendorong kreativitas untuk kreatif dalam memilih dan menentukan warna serta corak pakaian.

"Namun, manfaat insecure hanya bisa didapatkan jika dihadapi secara adaptif. Insecure akan menjadi tidak membantu bila dilihat secara negatif," katanya.

Cara Mengatasi Insecure Non-Adaptif

Ada cara tersendiri untuk mengatasi insecure non-adaptif. Di antaranya sebagai berikut:

1. Fokus pada diri sendiri

Insecure non-adaptif bisa diselesaikan dengan fokus pada kemampuan diri. Dengan memahami kualitas dan peran yang bisa dilakukan dalam sebuah konteks lingkungan atau pergaulan.

"Jangan lupa juga untuk fokus pada kekurangan dan keterbatasan," katanya.

2. Tentukan tujuan kecil dan besar

Terkadang insecure muncul karena orang terlalu muluk-muluk akan tujuan hidupnya. Mereka kerap kali selalu mengincar capaian besar tanpa memulainya dengan sesuatu yang kecil.

"Jadi atur tujuan yang realistis tapi lebih menantang," katanya.

3. Melihat Diri Seutuhnya

Melihat diri seutuhnya berarti memahami kelebihan dan kebatasan diri. Sehingga lebih bisa menyesuaikan diri dengan keadaan.

"Orang lain yang kita anggap sempurna juga pasti kekurangan dan kebatasan diri sama seperti kita. Sebaliknya, kita juga punya kelebihan seperti yang dimiliki orang lain," ujarnya.

4. Konsistensi dan Kemajuan

Konsistensi dan kemajuan menandakan setiap orang dengan masalah kesehatan mental harus bisa terus bergerak demi sebuah capaian prestasi tersendiri.

"Bergeraklah perlahan tapi tetap terarah. Lakukan sesuatu secara konsisten, jangan sampai menganggap sekali coba langsung berhasil," katanya.

Justru, lanjut dia, percobaan yang dilakukan secara konsisten akan menunjukkan adanya sebuah kemajuan. "Kemajuan itu proses penting daripada hasil yang bisa saja berubah sewaktu-waktu," ujarnya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)