Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

MUI: Pengobatan Syar'i Tibbun Nabawi Harus Bisa Lebih Akurat

mahmuda attar hussein Senin, 26 Desember 2022 - 09:00 WIB
MUI: Pengobatan Syar'i Tibbun Nabawi Harus Bisa Lebih Akurat
Pengobatan Syari Tibbun Nabawi Harus Bisa Lebih Akurat. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Metode pengobatan syar'i atau Tibbun Nabawi harus bisa dipertanggungjawabkan akurasinya secara ilmiah, sehingga bisa diterima di dunia kesehatan modern.

Hal ini disampaikan dalam workshop penguatan pengobatan secara syar'i oleh Lembaga Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (LK MUI).

LK MUI memandang sampai saat ini yang menjadi masalah ada pada keakuratan metode ini dan level penerimaannya di dunia kesehatan modern.

Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mendorong agar metode ini semakin diperkuat. Selain dari aspek kualitas, akurasi pengobatan ini diperlukan supaya bisa diterima banyak pihak.

Baca Juga: Pengobatan Alternatif Ala dr Zaidul Akbar untuk Atasi Demam

"Saya mendukung semua pihak untuk memperkuat pengobatan secara syari'ah," ujar Buya Amir sapaannya dikutip Langit7, Senin (26/12/2022).

Agar diterima semua kalangan, dia menambahkan, pengobatan sejenis ini tidak hanya harus sesuai syariah saja namun juga harus sesuai standard pengobatan modern.

Apabila diuji di hadapan ilmuan, ujar Buya Amir, pengobatan jenis ini harus bisa dipertanggung jawabkan secara medis maupun ilmu kedokteran.

"Pengobatan ini harus aman secara syar’i dan juga aman secara aturan hukum Indonesia. Sehingga semua pihak, terutama dokter dan pasien mendapat pelayanan (khodimul ummah) dan perlindungan (himayatul ummah) dengan mitra strategis pemerintah (sodiqul hukuman) untuk mewujudkan umat yang sehat dan bangsa yang kuat," katanya.

Workshop yang diselenggarakan secara hybrid itu dihadiri oleh 90 peserta dengan narasumber Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh, Ketua MUI Bidang Kesehatan KH Sodikun, Ketua MUI Bidang Hukum dan HAM Prof Noor Achmad, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Nurul Fallah, Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI Muhammad Bayu Wahyudi.

Selain itu, kegiatan juga diisi oleh Dekan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta Hari Hendarto, Ketua Forum Kedokteran Islam Indonesia Iwang Yusuf, dan Ketua Umum Persatuan Dokter Herbal Medis Indonesia Slamet Sudi Santoso.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)