LANGIT7.ID, Jakarta - Barang siapa berjalan pada jalannya, maka sampailah dia. Demikian ungkapan untuk sesorang dalam upaya meraih tujuan atau menempuh cita-cita yang diinginkan.
Ungkapan tersebut merupakan Mahfudzot, yakni sebuah kurikulum yang belajar tentang nilai-nilai positif dalam Islam. Selain itu, Mahfudzot merupakan salah satu jalan dalam usaha mempelajari Bahasa Arab.
Baca Juga: Manfaat dan Tata Cara Sikat Gigi yang Benar, Coba Teknik MemutarPada kesempatan kali ini, Redaksi
Langit7.id hendak mengenalkan kepada pembaca salah satu kurikulum yang biasa diajarkan di pondok pesantren modern, yakni Mahfudzot. Mungkin, Mahfudzot seperti halnya pribahasa dalam Bahasa Indonesia.
Mahfudzot, yakni sebuah susunan kalimat yang memiliki makna yang indah berisi kata-kata mutiara sekaligus berfungsi sebagai ucapan bijak kepada sesama muslim. Mahfudzot pun kadang berisi tentang saran
Rasulullah SAW sebagai ucapan menyapa para sahabat dan ummat di masa itu.
Sebagai awalan, berikut kami sampaikan tiga Mahfudzot pada edisi kali ini:مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
"
Barang siapa berjalan pada jalannya, maka sampailah dia"
Maksud dari kalimat atau Mahfudzot di atas, yakni dalam menjalani hidup dan kehidupan, setidaknya manusia memegang teguh pada jalan yang benar. Istiqomah berjalan pada rel yang benar dimaksudkan agar kita sampai pada arah yang kita tuju.
Kabanyakan orang tentunya ingin merasakan kesuksesan dalam hidup. Mahfudzot mengajarkan, agar kita istiqomah dan memilih jalan yang sesuai dengan hal yang kita impikan. Tujuan hidup manusia yang hakiki pada hakikatnya, yakni kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Baca Juga: Daun Pepaya dan Putri Malu, Insektisida Alami Jitu Buatan Mahasiswaمَنْ جَدَّ وَجَدَ
"
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah dia"
Maksud dari Mahfudzot yang kedua, yakni menegaskan bahwa kecerdasan itu penting tetapi konsistensi atau kesungguhan jauh lebih penting. Banyak orang gagal bukan karena kebodohan atau kesalahan, melainkan inkonsistensi.
Orang dengan kecerdasan bak alm BJ Habibie namun tidak sungguh-sungguh dalam mengejar atau melakukan sesuatu, maka dia akan kalah. Parahnya, ketidaksungguhan bakal membuat orang cerdas tertinggal dibanding mereka yang biasa-biasa saja.
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
"
Barang siapa bersabar beruntunglah dia"
Segala sesuatu dalam hidup, manusia sejatinya hanya mampu berusaha tetapi Allah SWT yang menentukan. Adakalanya sesuatau yang kita inginkan tidak mutlak menjadi suatu yang dibutuhkan.
Maka, sabar menjadi penolong. Ujian dan cobaan dalam kehidupan hanya bisa dilewati manusia dengan bersabar. Pasalnya, hanya orang yang bersabar yang akan berhasil dan beruntung.
Baca Juga:
Kisah di Balik Shalat, Momen saat Nabi Mohon Dispensasi Ibadah
Mafia Shalawat di Semarang, Rangkul Preman Cintai Rasulullah(asf)