LANGIT7 -, Jakarta -
Cendekiawan Muslim, Ustaz Muhammad Ismail Yusanto mengatakan akidah adalah pondasi agama. Artinya akidah mempengaruhi kokoh tidaknya bangunan agama.
"Kokoh pondasi maka kokoh pula
bangunan Islam. Sedangkan rapuh pondasi maka rapuh pula bangunan Islam. Jika kita melihat ada bangunan yang tampak miring atau terdapat bagian-bagian yang rusak itu seperti manusia yang meski dia muslim tetapi tidak salat, banyak maksiat, judi, riba, minum minuman keras dan lainnya," ujar Ustaz Ismail dalam kajian subuh yang diikuti Langit7, Rabu (28/12/2022).
Baca juga: Simak Tips dari Al Quran, 4 Cara Didik Anak Sesuai Akidah Islam
Menurut Ustaz Ismail, puncak kebajikan setelah
keimanan kepada Allah SWT dan perkara-perkara akidah adalah ketakwaan. Hal tersebut terwujud dalam ketaatan pada Allah SWT dan rasulnya.
Dia berpendapat ketakwaan yang sempurna merupakan buah dari kesempurnaan iman.
"Ibarat tanaman, maka tanaman yang bagus tidak hanya sekedar tumbuh tetapi harus memberikan buah agar ia bermanfaat. Jadi ketakwaan itu adalah buah dari kesempurnaan keimanan dan sekaligus konsekuensi dari keimanan itu," ucapnya.
Artinya tidak mungkin ada orang yang beriman kecuali tanpa ketakwaan pada Allah SWT dan rasulNya.
Baca juga: Parenting Islami, Bimbing Akidah hingga Pergaulan Anak
Kemudian, bentuk takwa seorang hamba kepada Allah SWT adalah keterikatannya akan syariah.
"Jelas sekali bahwa keterikatan kepada syariah itu terkait dengan keimanan. Kokoh terikatnya kepada syariah merupakan cermin langsung dari kokohnya keimanannya. Semakin kuat keimanan seseorang maka semakin kuat dia kokoh terhadap syariah. Sedangkan, rapuh keimanannya pada Allah SWT maka rapuh pula keterikatannya pada syariah," jelasnya.
"Pun begitu ketika keimanan kepada perkara akidah terhadap Allah SWT melemah maka seiringan itu akan melemah pula keterikatannya kepada syariah," lanjut Ustaz Ismail.
Dia melanjutkan jika ingin memperkuat keterikatan kepada syariah maka yang pertama harus dilakukan adalah perkuat keimanan terhadap Allah SWT.
"Di situlah ahammiyatul iman itu terwujud, dan itu pula yang harus kita pahami bahwa ibarat dokter jika kita ingin melakukan diagnosa kepada seseorang maka alat diagnosanya itu adalah tadi itu bahwa jika kita melihat seseorang tidak melaksanakan kewajiban agamanya," kata Ustaz Ismail.
"Namun jika suatu kelompok masyarakat yang tidak melakukan kewajiban yang telah Allah SWT dan rasulnya tetapkan, maka yang pertama harus dilihat adalah sejauh mana kekuatan keimanannya terhadap Allah SWT. Artinya ini persoalan akidah yang harus dilihat lebih dulu," cetusnya.
(est)