LANGIT7.ID -, Jakarta - Founder Al Fahmu Institute,
Ustaz Fahmi Salim mengatakan manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dalam sebaik-baik bentuk, ahsanu taqwim.
Namun, lanjut Ustaz Fahmi Salim, meski asal
fitrah manusia adalah baik, tetap berpotensi menyimpang.
Baca juga: Allah Beri Fitrah dalam Hati Manusia Meski Kerap Berbuat DosaWakil Ketua Majelis Tabliqh PP Muhammadiyah periode 2015-2022 itu lalu menjelaskan cara menjadi mulia tetap dalam keadaan fi
aḥsani taqwim.
"Bagaimana agar kita menjadi mulia tetap dalam keadaan fi aḥsani taqwim? Yaitu dengan menjaga fitrah tauhid dan terus mengantarkan diri menjadi hamba Allah yang bertakwa," ucap Ustaz Fahmi dalam sebuah kajian yang diikuti Langit7 pada Rabu (28/12/2022) kemarin.
Sebab, lanjut Ustaz Fahmi, bila manusia tidak mengasah dan merawat fitrah maka berpotensi menjadi asfala safilin yakni jatuh (atau kembali) ke dalam jurang yang serendah-rendahnya.
"Menjadi darkil-asfali minan-nar seperti kaum munafikin atau juga kita bisa menyebabkan diri kita memilih jalan yang kufur jalan kefasikan," cetus Ustaz Fahmi.
Baca juga: Habib Husen Al-Attas: Muslim dan Non Muslim Punya Kecondongan pada Fitrah"Jika kita bangga menjadi hamba Allah yang diciptakan laqod kholaqna insana fi ahsani taqwim (sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.) itu saja tidak cukup, tetapi juga kita harus mewaspadai agar kita tidak tergelincir kepada asfala safilin," ujar Ustaz Fahmi.
Seperti dijelaskan dalam firman Allah Ta'ala, surah At Tin ayat 5. ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَۙ ٥
Summa radadnahu asfala safilin.
Artinya, "Kemudian, kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya".
Baca juga: LGBT Bukan Fitrah Manusia tapi Penyimpangan Seksual yang Harus Diobati"Seperti orang munafik itu di keraknya neraka Innal-munafiqina fid-darkil-asfali minan-nar. Sehingga Allah mengingatkan kepada kita agar kita ini menjadi insan-insan atau hamba-hamba yang mulia dan tetap menjaga fitrahnya sebagaimana yang Allah ciptakan fi aḥsani taqwim," katanya.
(est)