LANGIT7.ID, Jakarta - Praktisi Parenting Islami, Ustadz Bendri Jaisyurrahman, menjelaskan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (
LGBT) bukan fitrah manusia, tapi merupakan penyakit yang harus diobati. Al-Qur'an telah menjelaskan, hanya ada dua jenis manusia yakni laki-laki dan perempuan, tidak ada waria.
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan," (QS Al-Hujurat: 13)
Penyimpangan seksual tidak bisa dikategorikan sebagai fitrah manusia. Sama halnya dengan bawaan lahir yang tidak melulu dianggap fitrah. Ada bawaan lahir yang bersifat ujian, seperti buta dan lain sebagainya.
"itu adalah penyakit. Itu bukan sesuatu yang normal, itu harus diobati, penerimaan untuk berobat itu karena kita sadar bahwa itu tidak sesuai misi penciptaan manusia," kata Ustadz Bendri dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (19/5/2022).
Baca Juga: Waspada, 4 Kesalahan Orang Tua Bisa Sebabkan Anak Jadi Gay
Terdapat banyak kekeliruan di tengah masyarakat. Banyak kaum
LGBT menjadikan kata fitrah sebagai pembenaran. Mereka mengklaim
LGBT merupakan fitrah, sehingga tidak boleh ditentang. Padahal, Al-Qur'an jelas-jelas menegaskan LGBT merupakan penyakit dan perbuatan keji yang harus diobati.
"Masalahnya adalah ada orang yang mengklaim bahwa bawaan dari lahir adalah. tidak mungkin melaknat fitrah," kata Ustadz Bendri.
Pintu Masuk LGBT Paham LGBT bisa merangsek masuk ke pemikiran masyarakat melalui beberapa isme-isme sesat yang berkembang. Misal feminisme dan kesetaraan gender. Kaum feminis selalu menggaungkan kesetaraan, yakni laki-laki dan perempuan setara.
Pemahaman ini sangat rentan dimasuki paham LGBT. Sebab, orang yang memiliki penyimpangan seksual dianggap wajar. Demikian pula jika ada laki-laki berdandan wanita. Sesuatu yang abnormal tapi dianggap normal kaum feminis.
"Padahal Al-Qur'an sudah memberikan isyarat bahwa laki-laki dan perempuan tidak boleh disamakan. Ali Imran ayat 36. laki-laki dan perempuan itu unik, bukan berarti diskriminasi. Laki-laki dan perempuan itu diciptakan berbeda," tutur Ustadz Bendri.
Baca Juga: Waspadai Penyebaran Konten LGBT-Pornografi di Media Sosial
Fitrah berbeda itulah yang kerap disalahgunakan kaum feminis untuk membuat kaum perempuan keluar dari fitrah. Wanita memiliki keunikan khusus yang tidak bisa disamakan dengan laki-laki.
Isme lain yang bisa jadi pintu masuk LGBT adalah liberalisme dan sekularisme. Kerap orang-orang liberal membebaskan maksiat. Mereka menganggap orang bermaksiat tengah melakukan kebebasan.
"Apa aja bebas, asal jangan syariat. Makanya, liberalisme itu (definisinya) boleh asal jangan Islam," kata Ustadz Bendri.
(jqf)