LANGIT7.ID, Jakarta - Ummat Islam dilarang mengerjakan shalat selepas waktu Ashar. Meski begitu ada ibadah yang bisa dilakukan di waktu sore hari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah subhanahu wata ala.
Waktu setelah Ashar merupakan salah satu dilarang shalat sebagaimana hadist yang berbunyi: "Tak ada shalat setelah shalat subuh sampai matahari meninggi dan tak ada shalat setelah shalat ashar sampai matahari tenggelam." (HR. Imam Bukhari).
Waktu diharamkan shalat di antaranya ketika matahari mulai terbenam hingga masuk waktu mahgrib. Biasanya ditandai dengan rona langit yang kekuning-kuningan hingga gelap.
Baca Juga: Dzikir Pagi Petang, Keutamaan Istighfar yang Sering TerlupakanMeski begitu ada sejumlah ibadah sunnah yang bisa dikerjakan di waktu-waktu tersebut. Amalan ini tentunya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, yakni dzikir petang hari.
"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang," (Al-Quran Surah Al-Ahzab: 41-42)
Sementara untuk waktu terbaik melaksanakan dzikir petang hari mengacu pada hadist yakni setelah Shalat Ashar sampai jelang Maghrib. Bahkan amalan ini lebih dicintai Rasulullah daripada memerdekakan empat budak.
"Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il. Dan aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah mulai dari (waktu) sholat Ashar sampai terbenam matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak." (HR Abu Dawud, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).
Amalan dzikir petang dianjurkan dibaca setelah Shalat Ashar, meski ada sebagian pendapat membolehkannya dibaca setelah Maghrib maupun di malam hari.
(bal)