Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Pesantren Sains Pertama di Indonesia Lahirkan Saintis Jujur dan Qurani

Muhajirin Selasa, 03 Januari 2023 - 17:20 WIB
Pesantren Sains Pertama di Indonesia Lahirkan Saintis Jujur dan Qurani
Pembelajaran berbasis riset di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen (Dok Trensains)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pada umumnya, pesantren lebih banyak fokus mengkaji ilmu agama Islam. Berbeda dengan SMA Muhammadiyah Pesantren Sains (Trensains) Sragen, Pesantren Sains pertama di Indonesia ini mengintegrasikan al-Qur’an dan Sains untuk melahirkan saintis muslim.

Humas SMA Muhammadiyah Trensains Sragen Muhammad Taubah Setiawan, menjelaskan, SMA Trensains Muhammadiyah Sragen merupakan sintesis dari pesantren dan sekolah umum bidang sains. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman al-Quran, sains kealaman (natural science) dan interaksinya.

“Interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas trensains dan tidak ada dalam Ponpes modern,” kata Taubah kepada Langit7, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga: Trensains, Pesantren Berbasis Sains Kolaborasi Muhammadiyah dan NU

Taubah menegaskan bahwa Trensains adalah wujud nyata mimpi bangkitnya kembali peradaban islam yang berbasis Sains Qur'ani. Salah satu tujuan lahirnya Trensains adalah untuk menjadi lembaga pusat kajian dan penelitian sains peradaban islam.

"Mimpi melahirkan para saintis yang jujur dan bermoral harus kita wujudkan. Trensains memiliki visi melahirkan generasi yang memegang teguh Al-Qur’an dan As-Sunnah, mencintai dan mengembangkan sains, serta memiliki kedalaman filosofis dan keluhuran akhlak," tegas Taubah.

Sebagai upaya mewujudkan Trensains sebagai lembaga pusat kajian dan penelitian sains, trensains mengembangkan riset atau penelitian sebagai salah satu program unggulan Trensains.

Riset yang dikembangkan saat ini adalah Research Based Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Riset ini dijalankan sesuai dengan kebutuhan Sumber Daya Manusia di Abad-21 yang harus memiliki keterampilan 4C yaitu Creativity, Critical Thinking, Collaboration, dan Communication.

Baca Juga: Alasan di Balik Pesatnya Pertumbuhan Pesantren Muhammadiyah

“Dengan Research Based STEM lulusan Trensains adalah pribadi yang kreatif, berpikir kritis, mampu bekerja sama, dan memiliki komunikasi keilmuan yang baik,” kata Taubah.

Menjadi pusat penelitian sains melalui Research Based STEM menjadi fokus pengembangan Trensains ke depan. Research Based STEM dikembangkan melalui pembelajaran materi pelajaran yang sedang dipelajari dengan integrasi Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika.

Berbeda dengan percobaan laboratorium, Research Based STEM mengutamakan penelitian untuk membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan sesuai dengan pembelajaran yang sedang dipelajari.

“Jadi, poin kontekstual pembelajaran masuk dalam Research Based STEM. Harapannya, santri lulusan Trensains memiliki tingkat problem solver yang baik dan mampu menjadi pionir di masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan,” ujar Taubah.

Integrasi Al-Quran dan Sains

Sains yang dibahas di Trensains adalah sains yang menjadi pondasi teknologi yakni sains kealaman (natural science), bukan sains humaniora. Sains kealaman adalah sains dengan alam sebagai objek kajiannya yang secara formal terbagi dalam bidang-bidang sains astronomi, biologi, fisika, kimia, geologi, farmasi, dan kedokteran maupun terapan teknologinya.

Baca Juga: Pesantren Al-Hikam, Pelopor Pesantren Khusus Mahasiswa di Indonesia

Langkah sederhana dan praktis untuk mendapatkan gambaran atau pandangan tentang sains kealaman dari al-Quran adalah mengidentifikasi semua ayat yang menyinggung bagian-bagian alam dengan semua fenomenanya.

Sebagai contoh, ayat kauniah jika memuat kata air, awan, besi, bintang, burung, cahaya, darah, emas, jahe, kapal, kilat, langit, dan zarrah. Perhitungan langsung menghasilkan 1108 ayat dimaksud dan masih bersifat umum.

“Pemilahan dengan batasan makna atau pesan lebih spesifik menyisakan 800 ayat,” ungkap Taubah.

Secara faktual Al-Quran diungkapkan dengan bahasa Arab, bahkan dengan sadar dan jelas al-Quran menyatakan bahwa dirinya diturunkan dalam bahasa Arab. Ibnu Taimiyah pernah berfatwa:

“Sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah: Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga”.

Baca Juga: KH Yusron Shidqi: Alumnus Makin Berdaya Saing, Pesantren Kian Diminati

Bahasa Arab di Trensains diperlukan bukan sekedar untuk berkomunikasi tetapi penelaahan lebih serius atas teks-teks al-Quran, yang tanpanya pemahaman al-Quran dengan terjemah menyebabkan banyak kehilangan informasi.

“Dengan demikian, materi ajar yang diberikan untuk para santri Trensains meliputi tiga hal: natural science, Al-Quran beserta seluk beluknya dan bahasa Arab,” tutur Taubah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)