LANGIT7.ID - , Jakarta - Bagi pasangan yang baru menikah,
bulan madu merupakan hal yang lumrah dilakukan. Tujuannya untuk memberikan kesan indah di awal kebersamaan.
Lalu, bagaimana Islam memandang bulan madu bagi
pengantin baru?
Baca juga: Rekomendasi 6 Penginapan Eksotis di Maldives untuk Bulan MaduPenghulu di Kementerian Agama, Ustaz Ginanjar Nugraha mengatakan bulan madu pengantin baru masuk dalam kategori
muamalah. Pun begitu, lanjut Ustaz Ginanjar, ada hal-hal yang harus diperhatikan terkait bulan madu.
"Pertama dari sisi motif. Motifnya sebisa mungkin disesuaikan dengan syariat, di antaranya adalah membahagiakan pasangan. Sehingga suami istri masing-masing merasakan kenikmatan baik itu dari sisi istri maupun suami," terangnya saat dihubungi LANGIT7.ID, Selasa (10/1/2023).
Kemudian, tidak boleh ada motif-motif tertentu yang berbau syirik, misal itu adalah bagian dari ritual agama atau aliran tertentu sehingga jika tidak dilakukan maka akan terkutuk atau kualat.
"Jadi tidak ada unsur-unsur yang memang dari sisi motif yang diharamkan misalkan yang berbau syirik," tutur Ustaz Ginanjar.
Baca juga: Hadirkan Nuansa Romantis Layaknya Pengantin Baru di Kamar TidurHal selanjutnya, tidak boleh memaksakan diri khususnya berkaitan dengan sisi bujet atau anggaran.
"Jangan sampai misalkan untuk 1 tahun tapi dihabiskan dalam satu malam atau dua malam. Jadi dari sisi bujet itu harus disesuaikan, jangan memaksakan," katanya.
Terakhir, berkaitan dengan tempat yang sebaiknya menghindari lokasi-lokasi yang biasa dijadikan maksiat.
(est)