LANGIT.ID, Jakarta - Ada 5 hal yang bisa dilakukan di
bulan Rajab. Kelima hal ini tidak hanya menambah amal ibadah, tapi juga bisa mengurangi perbuatan maksiat dan perbuatan buruk.
Pendakwah,
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, Rajab secara bahasa berarti sesuatu yang diagungkan. Untuk itu, sebagai bulan haram yang sangat dihormati, maka kaum muslimin mesti mejagw bulan ini dari segala nilai-nilai keburukan, tindakan kontraproduktif, dan perilaku
maksiat.
"Di bulan-bulan ini seperti diterangkan oleh sahabat mulia Ibnu Abbas RA yang dikukuhkan oleh Nabi SAW, bahwa
Rajab adalah bulan tempat berlatih untuk kita menunaikan amalan-amalan mulia," jelas dia dikanal YouTubenya, dikutip Ahad (22/1/2023).
Di antara kemuliaan yang dimaksudkan, lanjut dia, tidak dijelaskan secara rinci dalam hadis, tapi ada petunjuk yang umum untuk dilakukan.
Lantas apa saja itu? Setidaknya ada 5 hal yang bisa dilakukan di bulan Rajab sebagai bulan mulia. Berikut penjelasan UAH:
1. SalatPara ulama memperkenankan kaum muslimin untuk memperbanyak amal salih. Salah satunya dengan melakukan ritual ibadah ritual, seperti meningkatkan salat.
"Dari mulai fardhu, tambah dengan salat sunnahnya. Bisa salat sunnah yang melekat dan mengiringi setiap salat fardhu, seperti rawatib," jelasnya.
Selain itu juga dengan tahajjud, dhuha, dan lainnya. Umat Islam bisa berlatih untuk meningkatkan ibadah di waktu-waktu yang spesial di bulan Rajab.
"Sehingga dengan itu berpeluang mendapatkan lipatan pahala," katanya.
2. PuasaDi bulan haram ini juga dianjurkan untuk berpuasa. Puasa merupakan amalan yang dapat menghimpun seluruh kemuliaan.
"Kita sekarang berada di bulan Rajab, maka boleh kita memperbanyak dan meningkatkan puasa di bulan ini," ujarnya.
Adapun manfaat puasa di bulan baik ini karena puasa memiliki hikmah untuk meningkatkan ketakwaan, meningkatkan ibadah, sekaligus berlatih mencegah hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
3. SedekahPun demikian bagi kaum muslimin yang mau mencoba meningkatkan amalan lewat harta. Yaitu dengan memperbanyak perolehan pahala melalui harta dengan bersedekah dan infak.
4. DakwahPengetahuan atau pesan dakwah juga bisa menjadi ladang pahala yang dapat dimanfaatkan di bulan Rajab.
"Sekarang era media sosial, share tentang isi hadis yang bermanfaat, ayat-ayat yang memotivasi, dan itu melahirkan pahala yang berlipat di bulan ini," jelasnya.
5. Hindari MaksiatPada saat yang sama, umat Islam juga diharuskan untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dilarang atau kontraproduktif, semisal maksiat.
"Di bulan Rajab berusahalah untuk menanggalkan perbuatan-perbuatan maksiat dari pikiran kita, dari pandangan kita, dari pendengaran, dan dari lisan sampai ke ujung kaki," ujarnya.
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menambahkan, bulan Rajab adalah bulan yang sangat spesial sekaligus momentum terbaik untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan terlarang.
Di antara perbuatan terlarang itu seperti menimbulkan hoax, melakukan hal buruk, perselisihan.
Hikmah meningkatkan amalan di bulan Rajab adalah sebagai latihan awal sebelum memasuki puncak peribadatan, yaitu di bulan Ramadan.
"Rajab adalah pembukaannya, Sya'ban adalah penguatnya, dan Ramadan adalah hakikat perjuangan kita yang telah disiapkan sejak munculnya bulan Rajab," tambahnya.
(bal)