LANGIT7.ID - , Jakarta -
Dompet Dhuafa Departemen Lingkungan berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Literasi Hijau mencetuskan program Rumah Lestari, upaya memanfaatkan sisa pakai di rumah dan membawa misi kampanye
perubahan iklim.
Program ini diresmikan pada Rabu (25/1/2023) di RPTRA Nyiur Melambai, Kelurahan Pulau Kelapa, Jakarta Utara yang merupakan Kawasan Sehat binaan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC).
Baca juga: Komunitas Green Moluccas Ajak Warga Pilah-Pilih Sampah Rumah TanggaKetua Yayasan Rumah Lestari Hijau, Mahariah Sandri mengatakan program ini menjadi upaya Rumah Literasi Hijau dan Dompet Dhuafa dalam menyelesaikan salah satu satu indikator Kawasan Sehat LKC, yaitu lingkungan khususnya
pengelolaan sampah.
"Kami ingin meningkatkan kualitas masyarakat Pulau Kelapa mulai dari kesehatan hingga pengelolaan lingkungan," kata Mahariah dalam keterangan resmi yang diterima LANGIT7.ID, Jumat (27/1/2023).
Program Rumah Lestari ini dimulai dari rumah sebagai pondasi utama dari masyarakat sehat, sejahtera dan berketahanan. Oleh karena itu, program ini ditujukan untuk penguatan di tingkat rumah tangga.
Selanjutnya, yang akan dilakukan para penerima manfaat adalah memperbaiki cara mereka melihat sampah yang sampai saat ini sebagai sesuatu yang harus disingkirkan dan dibuang.
Dengan program ini, Dompet Dhuafa berupaya mengubah mindset dengan menjadikan sampah sebagai sumber daya.
Baca juga: Ikut Kurangi Sampah Plastik, Mulai dari Diri Sendiri dengan Cara IniSumber daya berarti sesuatu yang bermanfaat dan bukan untuk dibuang. Banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari hal yang dipandang tidak bermanfaat. Maka, diksi "sampah" pun perlahan diubah menjadi "sisa pakai".
SO Promosi Kesehatan Dompet Dhuafa, Sifing Lestari mengatakan lembaganya memiliki amanah untuk merealisasikan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan yang disepakati bersama oleh negara-negara dunia.
"Program ini menjadi bagian dari pengembangan kelurahan/desa SDGs," kata Sifing.
Peserta penerima manfaat program ini berjumlah 30 KK yang ada di kelurahan Pulau Kelapa 1 & 2 yang tersebar di 5 RW. Nantinya jumlah ini akan terus dikembangkan menjadi 50 keluarga penerima manfaat.
Rangkaian acara meliputi lokakarya ecobrick, lokakarya pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah, lokakarya hidroponik, penandatanganan komitmen pendampingan, dan penyerahan tools Rumah Lestari kepada penerima manfaat.
Baca juga: Sampah Meningkat Saat Ramadhan, Bagaimana Solusinya?Mekanisme program yaitu para penerima manfaat menerima tools untuk mendukung aktivitas penyelesaian sampah di rumah. Mereka akan mendapatkan pembinaan selama satu tahun berkolaborasi juga dengan divisi kesehatan Dompet Dhuafa yang juga sebenarnya telah berjalan 6 bulan.
Sie Kesmas Kec. Kep. Seribu Utara Mahdi, menyambut baik program ini.
Menurutnya, program ini adalah program yang sangat baik dan sangat berarti bagi ibu-ibu rumah tangga. Meski begitu, keberhasilan program ini bergantung pada niat masing-masing untuk terus konsisten dalam menjalankan program.
"Ini adalah program yang sangat baik, sangat berarti bagi ibu-ibu rumah tangga. Yang biasanya sampah kita buang, sekarang bisa kita kelola. Tentu itu tergantung niat kita bagaimana terus konsisten untuk menjalankan program ini," pungkas Mahdi.
(est)