LANGIT7.ID, Jakarta - Siapa yang tidak kenal dengan ustadz Yusuf Mansur. Ustadz ini pada awalnya dikenal melalui program dakwah di berbagai layar kaca. Kini, selain sibuk berdakwah, ia juga diketahui menjalankan beberapa bidang bisnis yang bisa dikatakan cukup sukses di tanah air.
Bisnis yang ia jalankan pun bisa dikatakan sebagai bisnis yang menggurita. Gurita bisnis atau bisnis yang menggurita secara umum bisa diartikan sebagai perusahaan yang tidak hanya bergerak di satu bidang saja, tapi juga bergerak di berbagai bidang dan pangsa pasar yang cukup besar.
Istilah tersebut diambil dari filosofi hewan gurita yang memang diketahui memiliki banyak cabang tentakel, sehingga menggambarkan satu induk perusahaan bisa membawahi berbagai macam jenis usaha.
“Makasih atas semua jasa pelanggan buat bangsa dan negara... 100-200jt dari pajak resto, tiap hari. belom lagi dari group semua group kalo ditotal, dan ekosistemnya... luar biasa. Ayo kwn2... berbuat, berbuat, berbuat. insyaaAllah semua bisa jadi bagian solusi negeri ini,” tulis dia diakun resmi twitternya @Yusuf_Mansur,” beberapa waktu lalu, dikutip Rabu (25/8).
Baca juga: Kopi Sipirok Sambut Hangat Event Specialty Coffee Expo 2021Lantas apa saja bisnis yang dijalankan ustadz Yusuf Mansur hingga mengaku melalui akun media sosialnya harus membayar Rp200 juta untuk urusan wajib pajak? Mari kita intip beberapa bisnis Yusuf Mansur yang telah LANGIT7.ID rangkum.
Bisnis KulinerUstadz Yusuf Mansur memilih berkecimpung di bisnis kuliner yang didirikan oleh Jody Broto, yakni Waroeng Steak and Shake. Ia juga bergabung dalam bisnis kuliner lainnya yang ada di dalam Waroeng Group milik Jody, yakni Bebek H. Slamet, The Icon Grill Steak, Waroeng Ayam Kampung, dan The Penyeters, dan Obong dengan sekitar dua ribu karyawan di dalamnya.
“Dari divisi kuliner, saya di sini sih ibarat rumput, saya lebih lagi di bawah rumput. Posisi saya, status di bawah rumput,” kata dia seperti dikutip dari cuitan twitternya.
Bisnis TravelSeperti diketahui, Yusuf yang sejak awal dikenal sebagai pendakwah, juga memilih usaha yang bergerak di bidang jasa, yakni Wisata Haji Tour and Travel. Dalam bisnis tersebut, anaknya Wirda Salamah berperan sebagai direktur marketingnya.
Selain itu, Yusuf juga tergabung dalam Daarul Quran (Daqu) Tour and Travel. Bisnis ini diketahui merupakan salah satu unit usaha Yayasan Daqu yang ia bina.
Bisnis FintechBisnis pada sektor financial technology (fintech) yang ia jalankan ini sempat menuai kontroversi di awal setelah kemunculannya. Bahkan bisnis tersebut sempat dibekukan oleh Bank Indonesia karena alasan belum mengantongi izin.
Di mana pada 2013 lalu ia mendirikan PT Veritra Sentosa Internasional dengan layanan Virtual Payment. Bisnis ini menghadirkan kemudahan dalam urusan pembayaran secara virtual, seperti pembelian pulsa, token listrik, dan lainnya dengan menggunakan ponsel pintar.
Baca juga: Berdayakan Anak Yatim, Mantan Pegawai Buka 5 Cabang Kue PancongSelanjutnya, bisnis tersebut memiliki produk yang biasa dikenal dengan Paytren yang merupakan layanan pembayaran elektronik melalui aplikasi. Sejak 2017 lalu, ia akhrinya memperoleh izin dan resmi beroperasi dengan memperkanalkannya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bisnis InvestasiMuslim 44 tahun ini juga diketahui terjun ke dalam investasi saham, bahkan saking seringnya mengajak masyarakat untuk membeli saham yang ia rekomendasikan, sampai membuatnya dijuluki sebagai
influencer saham.
Salah satu saham yang ia beli adalah saham BRI Syariah (BRIS), yang dalam waktu singkat saham BRIS langsung melonjak naik karena diikuti sentimen positif lainnya, seperti rencana merger bank syariah milik BUMN. Namun, belakangan ia mengaku telah melepas saham di BRIS, karena sudah cukup untung.
Selain itu, ia juga sempat berkoar mengajak pengikutnya untuk menanamkan investasi di saham BUMN lainnya, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan BUMN karya seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Terakhir, muslim berdarah betawi ini diketahui telah menandatangi kerja sama strategis untuk pembelian 250 juta saham PT Bank MNC International (BABP) Tbk dengan total Rp80 miliar. Di mana kesepakatan tersebut mencakup komitmennya untuk mempromosikan pembukaan rekening MotionBanking kepada jaringan yang dikelolanya yang mencapai 10 juta orang.
(zul)