LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak orang memilih jalan-jalan ke tempat wisata untuk mencari kebahagiaan di luar dirinya. Namun, mereka terlupa bahwa perjalanan terpenting sejatinya ada di dalam diri atau
inner journey. Co-founder PPA (Pola Pertolongan Allah) Institute, Ustaz Sonny Abi Kim mengatakan ada dua perjalanan dalam diri yang bisa dipilih, yaitu kesenangan dan
ketenangan.
Baca juga: Dzikir, Cara Sederhana Manusia Dapat Ketenangan Hidup"Ini perjalanan ke dalam diri. Mau pilih jalan kesenangan atau jalan ketenangan? Dari fenomena yang kita lihat kebanyakan manusia memilih jalan kesenangan. Padahal kalau orang yang memilih jalan kesenangan cuma sesaat," ujar Ustaz Sonny diskusi Perjalanan ke Dalam Diri, Selasa (31/1/2022).
Dia melanjutkan, para ulama mengatakan jalan kesenangan adalah menjadikan dunia sebagai tujuan. Padahal dunia adalah kesenangan yang menipu dan saling memperdayakan.
Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata bahwa
Rasulullah saw pernah pernah bersabda,
لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
"Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yakni setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat." (HR Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Buah Sikap Husnuzan dalam Hidup, Ketenangan dan Akhlak Mulia"Itu sifat dasar manusia kata Nabi. Dibuktikan dengan banyak sekali riset-riset di bidang psikologi yang mengatakan itulah sifat dasar kita. Makanya kita harus sadar, kalau kita salah menyikapi sifat dasar ini, akhirnya waktu kita habis untuk urusan-urusan yang melenakan sampai nanti tanah masuk ke dalam mulut kita berbarengan dengan rasa sesal yang menyesakkan dada," katanya.
Kemudian ada jalan lain yang dipilih, jika berbicara tentang inner journey, yaitu jalan ketenangan.
Imam Ibnu Taimiyah berkata, "Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini." Maka ada yang bertanya, "Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini?" Ibnu Taimiyah menjawab, "Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya."
"Jadi kalaupun yang kita cari kebahagiaan dunia, ternyata prinsip fundamentalnya sama, yaitu berusaha untuk terus ingat Allah SWT. Karena di hati kita ini punya satu lubang yang tidak mungkin bisa diisi kecuali diisi sama yang punya hati," tandas Ustaz Sonny.
Baca juga: Suka Gelisah Sendiri? Begini Cara Dapatkan Ketenangan Jiwa(est)