LANGIT7.ID - , -
Wisata halal dan
wisata religi seringkali disalahpahami maknanya. Keduanya dianggap sebagai satu konsep padahal memiliki perbedaan yang signifikan.
Wisata halal menekankan pada konsep bebas dari unsur-unsur yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Jangan harap menemukan penjual minuman alkohol dan makanan non-halal pada
destinasi wisata halal.
Baca juga: Tokoh Betawi: Jakarta Layak jadi Pusat Wisata Halal IndonesiaSementara wisata religi lebih fokus pada kunjungan ke situs-situs bersejarah dan spiritual yang berhubungan dengan agama. Corak wisata religi misalnya wisatamasjid, makam ulama, museum Al-Quran, dan sebagainya.
Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin menjelaskan perbedaan wisata halal dan religi. Menurutnya, tidak semua wisata halal adalah bernuansa religi, tapi wisata religi sudah pasti harus menjamin kehalalan layanan.
“Wisata halal itu semua destinasi wisata yang ada, cuma di destinasi itu ada layanan halal,” kata Wapres saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Sabtu (4/2/2022).
Baca juga: Wisata Religi ke Masjid Al Jabbar Bandung, Tampung 50.000 JamaahWapres mencontohkan, destinasi wisata halal adalah destinasi yang menjamin dan menyediakan layanan penunjang ibadah umat Islam. Misalnya ada tempat ibadah, ada restoran halal.
Menurut Wapres, wisata halal tidak hanya dapat dinikmati di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim saja. Namun di semua negara di dunia dapat menyediakan wisata halal.
“Di China yang saya pernah hadir di sana ada restoran yang biasa, tapi ada restoran halal, ada tempat salatnya,” tutur Wapres.
Menurutnya, perlu adanya persamaan persepsi mengenai perbedaan kedua istilah tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Jadi wisata halal itu layanan yang halal. Itu yang barangkali persepsinya keliru. Sehingga ada anggapan mengubah, padahal tidak,” katanya.
Baca juga: Mumpung Libur Sekolah, Yuk Wisata Religi di 5 Masjid Unik Ini(est)