LANGIT7.ID, Jakarta - Lebih dari 7.800 orang tewas akibat bencana
gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah. Hingga saat ini, tim evakuasi pemerintah Turki terus bekerja menemukan para korban meski di tengah kondisi cuaca buruk.
Melansir dari
Reuters, Rabu (8/2/2023), tim evakuasi kesulitan mengevakuasi para korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan. Diperkirakan jumlah korban tewas akan terus bertambah mengingat gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 itu memiliki daya rusak cukup parah.
Baca Juga: KBRI Ankara dan Damaskus Bergegas Evakuasi WNI Terdampak Gempa TurkiDi tengah kondisi cuaca buruk itu pula, tim
evakuasi masih berjuang untuk menjangkau beberapa daerah dengan dampak terparah. Mereka terhambat oleh jalanan hancur, cuaca buruk, dan kurangnya alat berat.
Selain itu, warga setempat yang selamat juga turut membantu proses evakuasi petugas. Salah satunya dengan menggali puing-puing bangunan yang roboh dan berharap dapat menyelamatkan korban.
Di sisi lain, Presiden Turki,
Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan keadaan darurat di 10 provinsi selama 3 bulan. Pemerintah Turki juga akan membuka hotel di pusat pariwisata Antalya untuk menampung sementara korban gempa.
Baca Juga: Kondisi WNI dan Daerah Terdampak Gempa M 7,8 TurkiSebagai informasi, korban tewas di Turki naik menjadi 5.894, lebih dari 34.000 orang di antarnya luka-luka. Sementara di Suriah, dilaporkan pemerintah setempat jumlah korban terdampak gempa sekitar 1.932
Di sisi lain, penduduk Turki yang menjadi korban gempa pada Senin (6/2) lalu mengkritik langkah pemerintah. Hal itu lantaran proses evakuasi yang dilakukan dalam penanggulangan bencana terbilang lamban.
"Tidak ada satu orang pun di sini. Kami berada di bawah salju, tanpa rumah, tanpa apa pun. Apa yang harus saya lakukan dan ke mana saya harus pergi?" kata Murat Alinak, penduduk Malatya yang rumahnya hancur.
Baca Juga:
Indonesia Salurkan Bantuan Satu Kontainer Makanan untuk Turki
Muhammadiyah Kerahkan Tenaga Medis untuk Korban Gempa Turki
(gar)