LANGIT7.ID, Jakarta - Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala.
Rajab memiliki banyak catatan sejarah dalam Islam dengan beberapa peristiwa penting yang terjadi selama bertahun-tahun.
Mulai dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW sampai penaklukkan Kota Mekkah. Hal itu menjadi Rajab menjadi bagian penting dalam sejarah dan kebudayaan umat Islam. Rajab juga menjadi salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.
Berikut tujuh peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab, di antaranya:
Baca Juga: Prioritas Amalan di Bulan Rajab, Ternyata Bukan Puasa1. Aminah binti Wahab Mengandung Janin Nabi Muhammad SAWSyekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam kitab Al-Anwarul Muhammadiyah menjelaskan, ketika hendak menitipkan menitipkan Nabi Muhammad dalam rahim Siti Aminah pada malam Jumat di bulan Rajab, Allah Ta’ala memerintahkan Malaikat Ridwan untuk membuka pintu Firdaus. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Saat itu pula, terdengar seruan malaikat yang terdengar di langit dan bumi, “Perhatian, sesungguhnya cahaya suci yang sejatinya adalah nabi Muhammad, pada malam ini sudah berada dalam rahim Aminah. Muhammad adalah sosok yang mempunyai ahlak mulia yang sempurna dan diutus sebagai pembawa kabar gembira sekaligus peringatan.”
2. Peristiwa Isra’ dan Mi’rajPeristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW terjadi pada 27 Rajab. Rasulullah melakukan perjalanan Isra’ dan Mi’raj atau perjalanan dari bumi ke langit ketujuh kemudian ke Sidratul Muntaha.
Baca Juga: Fakta Bulan Rajab Pertanda Ramadhan Semakin DekatPeristiwa ini merupakan salah satu mukjizat terbsar yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pada peristiwa itu, lahirlah perintah untuk melaksanakan salat lima waktu dari Allah kepada Rasulullah.
Peristiwa ini tepatnya terjadi pada tahun ke-11 dari kenabian (Nabi SAW saat itu berumur 51 tahun) atau biasa disebut dengan ‘
amul huzn (tahun kesedihan).
3. Perang TabukPerang Tabuk merupakan salah satu peperangan umat Islam yang cukup terkenal. Perang ini terjadi pada hari kesepuluh bulan Rajab 9 H. Perang ini terjadi antara pasukan muslim dengan Romawi berlangsung selama 50 hari.
Baca Juga: Selain Isra Miraj, Ini 7 Peristiwa Lain yang Terjadi di Bulan RajabSafyurrahman al-Mubarakfuri dalam Rahiqul Makhtum mengatakan, umat Islam berada di Tabuk selama 20 hari dan 30 hari menempuh perjalanan pulang pergi dari Madinah ke Tabuk.
4. Raja an-Najasyi al-Habasyah WafatRaja an-Najasyi al-Habasyah disebut sebagai seorang
tabi’in dan bisa juga dikatakan sebagai sahabat. Hubungan beliau dengan Nabi Muhammad SAW menggunakan media surat-menyurat. Tatkala dia wafat, Nabi Muhammad SAW melakukan shalat ghaib, yang mana salat itu belum pernah dilakukan oleh beliau.
Raja an-Najasyi al-Habasyah dikenal sebagai seorang raja yang bijaksana, dan sangat baik terhadap umat Islam. Saat umat Islam mendapatkan terror yang sangat mencekam dari kafir Quraisy, mereka hijrah ke Habasyah. Mereka mendapatkan perlindungan dari Raja an-Najasyi al-Habasyah.
Baca Juga: Tiga Nama Lain Bulan Rajab dan Artinya5. Pembebasan Baitul MaqdisShalahuddin Al-Ayyubi atau Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi membebaskan Baitul Maqdis pada 28 Rajab 583 H/2 Oktober 1187 M. Dia mengerahkan pasukan pada Jumadil Awal 583 H. Lalu, dia melakukan penyerangan pada 26 Rabi At-Thani 583 H.
Setelah berhasil merobohkan dinding Palestina pada 25 Rajab 583 H, Salahuddin merebut kembali kota suci umat Islam tersebut. Dia selanjutnya mempersilahkan penguasa Palestina sebelumnya angkat kaki tanpa ada pertumpahan darah.
6. Sistem Khilafah BerakhirKhilafah terakhir adalah Khilafah Utsmaniyah runtuh pada 27 Rajab 1342 H/3 Maret 1924 M. Khilafah yang menguasai Turki itu dihapuskan oleh Mustafa Kemal Attaturk. Sebelumnya khilafa Islam berhasil menguasai 2/3 dunia selama beberapa generasi.
Baca Juga: Berdoa, Puasa, dan Sedekah Amalan yang Dianjurkan di Bulan RajabBani Umayyah dan Abbasiyah adalah khilafah yang berhasil memberi nama baik dalam sistem pemerintahan Islam.
7. Berdirinya Nahdlatul UlamaNahdlatul Ulama berdiri pada 16 Rajab 1344 H bertepatan pada 31 Januari 1926 M. Para ulama berkumpul di Surabaya menyepakati lahirnya
Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). NU merupakan organisasi sosial dan keagamaan yang salah satu tujuannya adalah memperjuangkan akidah Ahlussunnah wal jama’ah dan sistem bermazhab dalam beragama.
(jqf)