LANGIT7.ID - , - Setiap manusia tentu ingin mendapatkan cinta Allah 'azza wajalla. Oleh karena itu, sebagai makhluk ciptaan-Nya sudah sepatutnya kita senantiasa
beribadah pada Allah untuk mendapatkan cinta-Nya.
Cendekiawan Muslim global, Dr Mufti Ismail Menk mengatakan ada tiga sifat kebaikan yang dicintai Allah dalam diri kita. Bila kita memilikinya, maka dijamin akan mendapatkan cinta-Nya.
Baca juga: UAH: Dimudahkan dalam Taat Merupakan Cinta Allah kepada Hamba-NyaAllah berfirman dalam surat
Ali Imran ayat 134 yang berbunyi:
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
1. Orang yang bersedekah di saat senang dan susah
Mereka yang membelanjakan hartanya pada saat senang dan saat susah. Mereka tidak takut akan kemiskinan, mereka terus membelanjakan. Allah menyebut mereka “penuh kebaikan”.
2. Orang yang menahan kemarahannya
Mereka yang ketika marah, sangat kesal, dan menjadi sangat marah. Namun amarah itu ditelan, dipadamkan, dan dipastikan mereka tidak akan melampiaskannya. Allah mengatakan manusia seperti ini adalah yang dicintai-Nya.
"Jadi jika Anda ingin mendapatkan cinta Allah pada saat Anda panas dan marah, minumlah kemarahan itu demi Allah. Dia akan mencintaimu sebagai balasannya. Anda akan melihat poin belas kasihan sebelum hari berakhir," kata Dr Menk, dikutip About Islam, Ahad (12/2/2023).
Baca juga: UAH: Dimudahkan dalam Taat Merupakan Cinta Allah kepada Hamba-Nya
3. Orang yang pemaaf
Allah menyukai orang-orang yang mampu memaafkan mereka yang berbuat dzalim. Teladan umat Islam, Nabi Muhammad
shalallahu alaihi wasallam memiliki sifat sabar dan pemaaf.
Beberapa kisah yang menggambarkan sabar dan pemaaf seorang Rasulullah yaitu: Seusai menaklukan Mekkah, Rasulullah memilih untuk memaafkan apa yang pernah dilakukan suku Quraisy selama memerangi ia selama 13 tahun dan memutuskan untuk membebaskan mereka.
Bahkan penyiksaan yang dialami Rasulullah ketika perang Uhud disikapinya dengan penuh kesabaran, padahal penyiksaan itu menyebabkan gigi Rasul copot dan wajahnya terluka.
Baca juga: Makna Sedekah, Harta Cukup di Tangan Jangan Sampai Masuk ke Hati(est)