LANGIT7.ID - , Jakarta -
Hijrah itu mengubah
kebiasaan buruk menjadi selalu berusaha berbuat baik. Islam mendorong umatnya agar senantiasa menjadi pribadi yang "hari ini lebih baik dari kemarin”.
Mengutip buku Yuk, Hijrah!! Dilengkapi Dengan Kisah-Kisah Nyata Seputar Hijrah karya Abu Yusuf Akhmad Ja'far, kata hijrah berasal dari Bahasa Arab yang berarti meninggalkan, menjauhkan diri, dan berpindah tempat ke tempat lain.
Baca juga: Masjid Quba, Rumah Allah Pertama Dibangun Rasulullah Saat HijrahDalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad
salallahu ‘alaihi wasallam bersama para sahabat dari Mekkah ke Madinah. Tujuannya mempertahankan dan menegakkan risalah Allah, berupa
akidah dan
syari’at Islam.Dalam konteks pergaulan, hijrah berarti meninggalkan perbuatan buruk kepada kebaikan. Istilah ini dibenarkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah dan kembali kepada Allah dan agamanya.
Berikut 5 langkah hijrah paling mudah dalam aktivitas sehari-hari yang bisa Sahabat Langit7 terapkan:
1. Saring sebelum sharing
Seorang muslim ditekankan menjaga tutur katanya, termasuk ketika berinteraksi di internet atau media sosial. Cerdas memilah-milih informasi yang benar sekaligus bermanfaat untuk dibagikan. Jangan mengandung fitnah dan caci maki dalam memberi komentar.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).
2. Menjadi muslim ramah, bukan marah
Dari Abu Dzar, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ
“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri” (HR. Muslim no. 2626).
Wajah berseri akan menarik hati orang lain. Senyum manis kita bisa membawa kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain.
Baca juga: Nasihat untuk Orang Baru Hijrah: Istiqamah di Jalan Allah SWTDari Abu Hurairah, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّكُمْ لَا تَسَعُونَ النَّاسَ بِأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ لِيَسَعْهُمْ مِنْكُمْ بَسْطُ الْوَجْهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
“Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al Hakim dalam mustadroknya. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih).
3. Menjaga dan merawat lingkungan
Jangan meremehkan kebaikan walau hanya menyingkirkan duri kecil dari jalan. Dalam konteks ini, termasuk merawat lingkungan dengan memungut dan membuang sampah pada tempatnya di lingkungan terdekat atau dari lingkup terekecil tempat kita beraktivitas.
Dalam riwayat Abu Hurairah, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam menyabdakan:
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ
“Saat seorang pria sedang berjalan, tiba-tiba ia mendapati sebuah dahan berduri yang menghalangi jalan. Kemudian ia menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya” (HR al-Bukhari).
Baca juga: Hijrah Spiritual Ulil: dari Punggawa Islam Liberal Jadi Sufi Pengajar Ihya Ulumuddin
4. Tidak mendendam dan mengedepankan maaf
Saatnya hijrah menjadi pribadi yang lebih sehat dengan tidak mendendam dan mengedepankan maaf. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nuur: 22)
5. Istiqamah dalam kebaikan walau sedikit
Satu kebiasaan baik yang terjaga lebih utama dari melakukan berbagai hal baik tapi cuma sekali. Beramal yang banyak dan terlalu semangat kurang baik, apalagi tanpa ada ilmu di dalam amal tersebut.
Dari ’Aisyah –
radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah
shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)
(est)