LANGIT7.ID, Jakarta - Menu khas makanan Indonesia, pecel lele, siap menembus pasar global. Pecel lele akan disuplai untuk memenuhi kebutuhan
jemaah haji dan umrah Indonesia.
Bendahara Umum
PP Muhammadiyah Hilman Latief mengatakan, pecel lele untuk kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia ini dalam rangka untuk terus mendorong dan memperkuat para wirausaha Lamongan.
"Termasuk sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi di daerah-daerah yang memiliki kekhasan," kata Hilman dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (21/2/2023).
Baca Juga: UMKM Bisa Jadi Andalan saat Resesi, Belajar dari Pandemi CovidHilman mendorong partisipasi aktif dari warga Lamongan sebagai basis pengusaha pecel lele agar bisa turut andil dalam menyuplai pecel lele bagi jemaah haji dan umrah Indonesia di Tanah Suci.
"Kami butuh ribuan ton beras hanya untuk haji, belum umrah ratusan ton ikan. Bahkan juga ribuan ton sayur-mayur, kami harus menyediakan sekitar saat ini 25 juta ton box makanan, tujuh juta kopi saset, dan lain sebagainya," ungkap Hilman.
Dalam upayanya itu, Hilman berharap agar pecel lele Lamongan bisa menembus pasar
ekspor, khususnya ke wilayah Timur Tengah.
Untuk mencapainya, diperlukan standardisasi pecel lele sebagai makanan khas Kabupaten Lamongan. Sehingga, pecel lele bisa terus diproduksi secara kontinu, untuk menyuplai kebutuhan jemaah haji dan umroh Indonesia.
Hal itu dilakukan mengingat selama ini Muhammadiyah telah berperan aktif mendorong penyelenggaraan di bidang kesehatan, pendidikan, dan pelayanan sosial. "Namun dari sisi ekonomi masih perlu untuk diperkuat," ujarnya.
Baca Juga: Mendag Usul Subsidi Kedelai Diberikan ke Importir, Legislator: Jangan LatahMenurut Hilman, kesadaran ekonomi Islam di tengah masyarakat juga masih rendah. Hal itu lantaran besarnya dana belanja untuk keperluan haji tidak ada yang bisa dikelola untuk mendapatkan income bagi pelaku bisnis di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Lamongan, Yuhronur Efendi mengaku siap menerima tantangan untuk menyiapkan pecel lele dan berbagai macam kebutuhan pokok agar bisa diekspor ke Timur Tengah.
Effendi mengaku tercerahkan bahwa peluang dagang bagi Kabupaten Lamongan terbuka lebar. Dia pun mengapresiasi peran Muhammadiyah Lamongan yang turut membantu dalam hal ini.
"Peran Muhammadiyah sangat membantu meringankan tugas pemerintah Kabupaten Lamongan, terutama dalam menyelenggarakan pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan lain sebagainya. Saya sebagai institusi pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada warga Muhammadiyah Lamongan," tutur Effendi.
Baca Juga:
Ridwan Kamil: Menjengkolkan Masyarakat dan Memasyarakatkan Jengkol
Rendang Nantulang Meisya Siregar, Sering Dibawa Jamaah Umroh(gar)