Pengajian di Lapas Kelas III Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Lapas berbasis pesantren menjadi salah satu program dan ikhtiar Lembaga Pemasyarakatan untuk membina warga binaan agar bisa berbaur dengan masyarakat usai masa tahanan.
Hal bisa dilihat dai Lapas Kelas III Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan program lapas berbasis pesantren yang ada di tempat tersebut. Rencananya, lapas berbasis pesantren itu akan diresmikan pada (06/03/23).
“Ini merupakan terobosan yang luar biasa dari Lapas Suliki yang akan memberikan banyak hal positif bagi warga binaan,” kata Mahyeldi di Sarilamak, dikutip dari Antara, Rabu (22/2/2023).
Menurut dia, lapas berbasis pesantren itu membuat warga binaan dapat memiliki pemahaman yang baik tentang Islam bahkan bisa sampai menghafal Al Qur’an. Tak hanya itu, di lapas tersebut ada pula program penghapusan tato dan wirid yang rutin dilaksanakan.
“Kita juga melihat ada program penghapusan tato di Lapas Suliki, mungkin kita bisa membantu alat untuk menghapus tato tersebut, sehingga program ini dapat berjalan sukses,” ujar Mahyeldi.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.