LANGIT7.ID - , Jakarta - Kasus penganiayaan yang diduga melibatkan anak salah seorang pegawai
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang sedang ramai di media massa. DJP memberikan pernyataan sikap.
Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo turut prihatin atas kondisi korban penganiayaan. Dia mengecam
kekerasan yang terjadi, serta mendukung penanganan hukum secara konsisten oleh instansi yang berwenang.
Suryo juga mengecam gaya hidup mewah dan sikap pamer harta jajarannya. “Gaya hidup mewah tersebut tidak cocok dengan nilai-nilai organisasi,” kata Suryo di Jakarta dalam pernyataan pers dikutip, Kamis (23/2/2023)
Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Cara Cegah Sifat SombongSuryo memandang, gaya hidup pamer kemewahan akan menggerus kepercayaan masyarakat tehadap institusi pemerintahan, dalam hal ini DJP. Senada dengan pernyataan Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati yang mengecam setiap tindakan kekerasan dan gaya hidup mewah.
Islam melarang umatnya untuk
pamer harta dan kekayaan, karena kekayaan yang dimiliki adalah ujian dan amanah yang harus dikelola dengan baik.
Berikut 5 alasan mengapa Allah melarang pamer kemewahan sebagaimana tertulis dalam Al-Qur'an:
Baca juga: Jauhi Sifat Rendah Diri, Buya Yahya: Minder Adalah Kesombongan yang Tertunda
1. Allah Tidak Menyukai Orang Sombong dan Bangga Diri
Surat Luqman ayat 18
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
Terjemah: Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.
2. Manusia Bagian Kecil dari Kemegahan Penciptaan Alam
Surat Al Isra ayat 37:
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
Terjemah: Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.
Baca juga: Hindari Tiga Perilaku Ini Saat di Kampung Halaman
3. Melalaikan Diri
Surat At Takatsur ayat 1:
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ
Terjemah: Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu.
4. Harta Titipan, Amal Saleh Kekal
Surat Al Kahf ayat 46:
اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا
Terjemah: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya) adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Baca juga: Fenomena Bukber Jadi Ajang Pamer, Ini kata Rhenald Kasali
5. Temannya Setan
Surat An-Nisa ayat 38:
وَالَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ وَمَنْ يَّكُنِ الشَّيْطٰنُ لَهٗ قَرِيْنًا فَسَاۤءَ قَرِيْنًا
Terjemah: (Allah juga tidak menyukai) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang (lain) dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Akhir. Siapa yang menjadikan setan sebagai temannya, (ketahuilah bahwa) dia adalah seburuk-buruk teman.
(est)