LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI,
Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi penyebaran virus Marburg. Virus tersebut telah menelan sejumlah korban jiwa di Guinea, Afrika Barat.
Netty mengatakan, virus Marburg mirip Ebola dan sangat menular.
Badan Organisasi Dunia (WHO) menyebut tingkat kematian akibat virus ini dapat mencapai 88 persen.
"Orang yang terinfeksi akan mengalami gejala demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, diare hingga muntah darah," kata Netty dalam keterangannya, Jumat (3/3/2023).
Baca Juga: PeduliLindungi Jadi Satu Sehat, Legislator Pertanyakan Keamanan DataMenurut Netty, meski belum ada kasus di Indonesia dan negara-negara sekitar, pemerintah harus tetap waspada dan tidak boleh menganggap sepele.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun harus segera melakukan pencegahan dari hulu sampai hilir.
Dalam hal ini, Netty mengingatkan pemerintah untuk berkaca dari kasus
pandemi Covid-19. Dia menilai sistem kesehatan Indonesia masih rentan untuk menghadapi virus-virus yang berpotensi menjadi pandemi.
"Sampai saat ini sistem kesehatan nasional kita masih belum kuat. Kita masih rentan terhadap pandemi, sistem pencegahan pun masih lemah. Tracing dan tracking atas kejadian atau kasus belum maksimal," ujar Netty.
Menurut Netty, salah satu aspek pencegahan yang perlu dimasifkan Kemenkes ialah edukasi soal virus Marburg ke masyarakat.
Baca Juga: Menkes Akui Penanganan Penyakit Langka di Indonesia Terkendala Data"Apakah Kemenkes sudah memiliki prosedur yang efektif guna mengedukasi masyarakat soal virus ini? Jangan sampai masyarakat panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi kasus," ucap Netty.
Lebih lanjut, Netty mengingatkan pemerintah untuk mengawasi akses masuk bagi para pelaku perjalanan dari dan menuju Afrika. Dia tidak ingin Indonesia terlambat mengantisipasi dan kecolongan yang berujung pada tidak terkendalinya sebuah kasus.
"Sistem kesehatan kita masih rentan, surveilans kesehatan belum didukung dengan sumber daya dan teknologi yang baik, seperti dalam pintu masuk dari luar negeri," tambah Politisi PKS itu.
Baca Juga: Kasus Flu Burung Ditemukan di Asia Tenggara, Masyarakat Diminta Waspada(gar)