Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ramadhan Jadi Bulan Olimpiade Para Ahli Takwa

Muhajirin Rabu, 08 Maret 2023 - 19:40 WIB
Ramadhan Jadi Bulan Olimpiade Para Ahli Takwa
Ilustrasi bulan ramadhan (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri mengibaratkan Ramadhan seperti olimpiade untuk mencapai derajat takwa yang tertinggi. Dalam analogi ini, umat Islam pada bulan Ramadhan seperti atlet yang berkompetisi dalam konteks spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sama seperti atlet harus berlatih dan mempersiapakn diri untuk olimpiade, umat Islam juga mempersiapkan diri untuk Ramadhan. Persiapan dilakukan untuk meningkatkan ibadah pada Ramadhan nanti.

“Apa yang harus kita lakukan agar Ramadhan benar-benar menjadi rahmat bagi kita? Lakukan pemanasan. Dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an, Allah menyatakan bahwa ibadah adalah perlombaan,” kata Ustadz Nuzul Dzikri dalam salah satu tausiahnya, diktuip Rabu (8/3/2023).

Baca Juga: Persiapan Ramadhan, Intip 7 Tips Pilih Hijab Buka Puasa Bersama

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ

"Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan." (QS Al-Baqarah: 148)

Jika satuan ibadah adalah perlombaan, lalu bagaimana dengan musim ibadah yang bernama Ramadhan? Bagaimana dengan sebuah bulan yang isinya adalah ibadah dan berbagai macam varian ibadah?

Baca Juga: Masjidil Haram Siap Sambut 3 Juta Jamaah Umrah di Bulan Ramadhan

“Maka tidak heran sebagian orang mengatakan, Ramadhan itu ibarat olimpiade ahli takwa. Simple aja. Ada tidak seorang atlet mengikuti olimpiade tanpa pemanasan lalu mendapatkan medali emas? Tidak ada,” ucap Ustadz Nuzul Dzikri.

Ustadz Nuzul Dzikri mengibaratkan seorang atlet yang hendak mengikuti olimpiade pada 23 Maret. Para atlet sudah pasti melalukan berbagai persiapan, mulai dari latihan sampai menjaga kesehatan sampai hari H tiba.

Para atlet tidak mungkin hanya makan dan tidur lalu datang ke stadion kemudian langsung berlomba dan mendapatkan juara. Jika tidak ada persiapan sudah pasti kalah. Olimpiade hanya diikuti atlet-atlet papan atas dunia.

Baca Juga: Ramadhan Bulan Spesial Penuh Berkah dan Ampunan

“Sekarang kita tanya ke diri kita sendiri, Ramadhan sudah di depan mata kita. Kira-kira kita ahli tahajud papan atas bukan? Kita ahli Qur’an papan atas bukan? Kita ahli puasa papan atas bukan? Kita ahli infak dan sedekah papan atas bukan?” ucap Ustadz Nuzul Dzikri.

Jika tidak melakukan latihan menyambut Ramadhan, maka tidak perlu bermimpi mendapatkan medali takwa dari Allah Ta’ala. Allah sudah menentukan jadwal puasa Ramadhan dalam Al-Qur’an. Maka, hari-hari ini adalah penentuan.

“ Pada bulan Ramadhan, kita diminta berada di level atas bukan satu dua hari, tetapi 30 hari atau sebulan. Tidak mudah dan grafik diminta naik dari hari pertama ke hari terakhir. Kita tidak boleh menurunkan tempo dan harus naik terus dan klimaksnya adalah 10 terakhir Ramadhan,” ungkap Ustadz Nuzul Dzikri.

Baca Juga: Masjid Raya Syekh Zayed Solo Siapkan 4.000 Takjil Selama Ramadhan 1444 H

Para ulama dari Sya’ban sudah melakukan pemanasan. Imam Al Mula’i, salah satu ulama besar, begitu masuk 1 Sya’ban dia libur, tokonya ditutup selama dua bulan. Buka lagi Syawal. Dia melakukan pemanasan seperti membaca Al Qur’an dan meningkatkan tempo qiyamul lail.

“Makanya tidak heran, para ulama terdahulu tiga hari khatam Al Qur’an. Utsman bin Affan sehari khatam karena ada pemanasan dan tidak bisa begitu saja. Paling enggak kita tidak kaget saat memasuki 1 Ramadhan,” ujar Ustadz Nuzul Dzikri.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)