LANGIT7.ID, Jakarta -
Ramadhan merupakan bulan yang sangat spesial dan penuh berkah serta ampunan bagi umat Islam. Pada bulan itu, umat Islam diwajibkan yang sudah baligh dan sehat untuk berpuasa selama sebulan penuh.
Seluruh ibadah yang dilakukan pada Ramadhan memiliki nilai pahala yang lebih besar daripada ibadah pada bulan lain. Di bulan ini, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, bersedekah, hingga melakukan amal kebaikan lainnya.
Founder Berani Hijrah, Ustaz Ridho Febry mengatakan, Ramadhan sangat spesial lantaran ada banyak kebaikan di dalamnya yang tidak datang setiap saat. Ramadhan hanya datang satu kali dalam setahun, sehingga menjadi momen bagi umat Islam untuk meraih derajat takwa.
Baca Juga: Pakar Dorong MUI Munculkan Kebaruan Tema Tausiyah Ramadhanيٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS Al-Baqarah: 183)
Ustaz Ridho memaparkan, kata iman dalam Al-Qur’an selalu disandingkan dengan syariat. Allah SWT memanggil secara khusus kepada orang-orang beriman untuk meraih berbagai ganjaran pahala. Semua orang beriman dipanggil, tanpa terkecuali.
"Baik imannya tinggi, sedang, atau biasa-biasa saja. Jika iman seseorang yang dipanggil, maka ada perintah syariat yang harus dikerjakan. Jika sudah syariat, maka ujungnya adalah janji dari yang pasti Allah tunaikan," kata Ustaz Ridho dalam salah satu tausiahnya di kanal YouTube Om Hafis, dikutip Selasa (7/3/2023).
Perintah syariat yang terkandung dalam ayat tersebut adalah
berpuasa. Orang-orang yang berpuasa dijanjikan derajat takwa secara personal. Takwa itu sangat penting agar jiwa merasa ringan untuk mengerjakan semua syariat Allah SWT.
"Maka, puasa ini pun harus menghadiran efek besar dalam kehidupan kita yakni menjadi hamba Allah yang senantiasa bertakwa," ujar Ustaz Ridho.
Kenapa Ramadhan begitu spesial di sisi Allah Ta’ala? Karena Ramadhan ini sudah di-
setting oleh Allah SWT menjadi momen mudah bagi seorang muslim untuk melakukan amal shalih. Ustaz Ridho memberikan contoh sederhana, yakni larangan makan dan minum pada siang hari.
Baca Juga: Syaban Identik dengan Bulan Shalawat, Ini Alasannya"Kita tahu bahwa minum di siang hari merupakan keniscayaan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, minum halal buat kita, tapi tidak di bulan Ramadhan Itu menjadi haram saat siang hari karena kita sedang melakukan taat kepada Allah SWT," ucap Ustaz Ridho.
Setiap hamba bisa mengoptimalisasi Ramadhan untuk mencapai derajat
takwa. Hal itu merupakan ganjaran tertinggi orang yang menjalankan ibadah puasa.
Takwa akan mengangkat derajat seseorang ke tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Adapun menjadi orang yang bertakwa pun sudah diberikan panduan.
“Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Quran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.” (QS Al-Baqarah: 2-4)
Ayat tersebut menjadi panduan setiap muslim untuk mencapai derajat takwa. Panduan yang dipakai untuk menjalankan tugas di muka bumi sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah SWT.
"Ini adalah panduan bagi orang-orang bertakwa. Sehingga sebagai hamba yang beriman, menjalankan segala sesuatu yang disyariatkan, Allah SWT akan ganjar dengan pahala. Itu menjadi bekal untuk kita pulang kepada Allah SWT," tutur Ustaz Ridho.
Baca Juga:
Masuk Bulan Syaban, Begini Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadhan
Manfaat Tersembunyi Puasa Ramadhan sebagai Detoksifikasi Tubuh
(gar)