LANGIT7.ID, Jakarta - Modal uang menjadi bagian yang tidak terlepas dalam sebuah bisnis. Sebagian orang memiliki hasrat untuk membangun sebuah bisnis, tapi hal itu urung dilakukan karena terkendala soal modal uang.
Namun, Chairman Dakara Grooup, Kiman Siregar menegaskan, untuk membangun sebuah bisnis tidak melulu soal uang sebagai modal utamanya. Masih ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan untuk membangun bisnis jika memang terkendala soal uang.
“Modal bisnis ini bisa bersumber dari relasi, ide, kesehatan, dan tenaga. Jadi tidak melulu soal uang. Keliru jika mau menjalankan bisnis yang dipikirkan adalah soal uangnya. Apalagi jika harus meminjam uang ke orang tua, seharusnya ketika orang tua sudah menyekolahkan, maka kita harus gunakan ilmu yang didapat untuk bisa membangun bisnis,” ujarnya dikanal Youtube DAKARA TV, dikutip Jumat (27/8).
Kiman menyarankan kepada generasi muda untuk menghindari terlebih dulu soal investasi saham. Sebab, hal tersebut menjadikan seseorang tidak mampu mengeksekusi sebuah ide untuk bisa berbisnis.
Banyak hal yang bisa dilakukan dari modal uang untuk direalisasikan menjadi sebuah bisnis ketimbang harus melakukan investasi saham. Apalagi, generasi muda merupakan orang yang kaya akan sebuah ide, sehingga akan lebih baik jika mereka bisa menuangkan sebuah ide dan uang yang dimiliki untuk menjalankan bisnis.
“Misalnya punya uang Rp10 juta, kalau kita eksekusi sudah bisa buka usaha pecel lele. Jangan hanya main disaham, karena itu menunjukkan orang malas untuk eksekusi. Prinsip investasi saham itu, mereka yang terima uang itulah yang memutarkan, kenapa tidak kita yang memutarkan uang tersebut, tentu dengan memperhatikan presisi bisnisnya,” ujarnya.
Bapak tiga anak ini mengatakan, sebagai generasi muda, seharusnya bisa membangkitkan kreativitas dengan mengeksekusi atau menjalankan bisnis. Dengan mengoptimalkan apa yang ada, ketika sudah bisnis berjalan dan ternyata berkembang dengan baik, maka perlu ditingkatkan soal manajemen bisnis, pengaturan keuangan dan akuntansi.
Baca juga: Tips Jitu agar Pelaku Usaha F&B Bisa Sukses Meraih PasarSelain itu, lanjut Kiman, ada beberapa faktor lain yang bisa dimanfaatkan sebagai modal dalam berbisnis di luar dari uang. Berikut ini adalah tips berbisnis ala Chairman Dakara Group, Kiman Siregar yang sudah LANGIT7.ID rangkum.
Pola pikirSatu hal yang perlu dipupuk sedari muda adalah pola pikir. Apalagi sebagai pebisnis, seseorang perlu memikirkan bagaimana bisa membangun bisnis dan membuatnya bisa berkembang, bahkan bisa membuka sebuah bisnis baru lagi.
Berbisnis perlu melibatkan super team, yang artinya perlu menerima masukan yang baik daripada orang-orang yang terlibat dalam bisnis. Sebab, jika memiliki rasa cepat puas dan rasa ingin selalu dihormati, bisa dipastikan bisnis tersebut sulit berkembang.
“Justru saya dalam rapat tim di bisnis yang dijalankan, selalu ingin mendengarkan mereka untuk membantah apa yang saya utarakan. Sehingga ada banyak masukan yang bisa kita manfaatkan untuk memperbaiki atau pun mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan,” ujarnya.
Pun begitu juga dengan peraturan, semakin banyak peraturan yang cukup mengekang, semakin kere kreativitas yang menyebabkan sulitnya bisnis untuk berkembang. Selain itu, pebisnis merupakan pelayan konsumen, sehingga harus bisa menerima keluhan konsumen, karena itu pembelajaran untuk bisa memenuhi permintaan pasar.
AdaptifSaat ini sudah sangat jarang orang membagikan brosur di jalan, karena tren yang memang sudah berubah. Di mana strategi pemasaran yang digunakan banyak orang saat ini, yakni dengan menggunakan digital marketing.
“Itu juga yang harus kita manfaatkan untuk bisa bersaing di dunia digital seperti saat ini. Jadi kita tidak bisa terus berpatokan dengan strategi di masa lalu. Bisnis itu selalu dinamis, kita perlu mengikuti perkembangan untuk bisa beradaptasi dengan baik terhadap perubahan yang ada.
Baca juga: Tujuh Tips Membangun Bisnis Sistem Reseller dari Sang Dewa SellingSinergi Sekarang bukan lagi zaman di mana pelaku bisnis harus berkompetisi, tapi yang harus dilakukan oleh pelaku bisnis yaitu menjalin kerja sama dengan bersinergi dan berkolaborasi. Untuk mendapatkan optimalisasi, maka perlu dilakukan sharing dengan berbagai komunitas yang berakaitan dengan bisnis yang dijalankan.
“Untuk membangun relasi yang baik, maka kita juga perlu membuat rekanan bisnis menyukai kita, dari ide kreatif yang kita tuangkan, atau pun perhitungan bisnis. Sebab, ketika kerja sama dilakukan dengan rasa percaya oleh rekanan bisnis, maka mudah untuk menentukan arah bisnis sesuai dengan ide dan perhitungan kita,” jelasnya.
Tentu dalam menjalin kerja sama ini, juga perlu memperhitungkan keuntungan kedua belah pihak. Salah satunya adalah memikirkan apa yang bisa menjadi added value bagi rekan bisnis.
(zul)