LANGIT7.ID, Jakarta -
Reseller memiliki peran penting dalam bisnis membantu meningkatkan omzet penjualan. Penting bagi para pelaku usaha untuk mengetahui sistem penjualan
reseller.
Konsultan Bisnis, Dewa Eka Prayoga atau yang biasa disebut Dewa Selling ini mengatakan, penting dalam bisnis untuk menguasai pasukan
reseller. Kebanyakan orang, ketika membangun kerja sama dengan pasukan reseller dilakukan secara terburu-buru dan langsung membuka perekrutan tanpa adanya persiapan.
Padahal itu keliru, karena akan menjadi masalah ke depan ketika sebuah produk yang dijual ternyata cukup sulit untuk laku di pasaran. Menurutnya, perlu ada persiapan dan pertimbangan yang matang untuk memulai kerja sama bisnis dengan sistem
reseller.
Persiapan menjadi faktor penting untuk melakukan bisnis melalui sistem reseller. Untuk itu, LANGIT7.ID telah merangkum tips dari Dewa Selling untuk mencegah terjadinya kekeliuran dan masalah yang dikhawatirkan akan terjadi dalam menjalanankan bisnis dengan sistem
reseller.
Pastikan Model Bisnis dan TieringBisnis model menjadi penentu yang akan digunakan terhadap metode penjualan dan pasukan tier, yang terdiri dari distributor, agen, atau pun
reseller. Selain itu, bisnis model ini juga nantinya perlu memastikan metode pengiriman produk yang akan dikirimkan.
“Jadi perlu dipastikan pengiriman barang ini dari pusat,
reseller, atau gudang. Sehingga perlu ditetapkan dari awal, termasuk dengan tiering. Pasukan tiering sendiri memiliki berbagai macam jenis tahapan, seperti distributor, agen, dan
reseller, atau pun dari distributor langsung ke
reseller, dan yang terakhir ada juga yang langsung
reseller,” kata dia dikanal Youtubenya, Dewa Eka Prayoga.
Baca juga: Pahami Soal Shifting Produk dan Pasar Agar Jualan Bisa Tetap LancarSehingga model bisnis dan tiering perlu diperhatikan sedari awal menjalankan bisnis. Dewa menyarankan, dari sekian banyak jenis pasukan tier, kerja sama perlu dimulai dengan reseller terlebih dahulu untuk menciptakan permintaan pasar terkait dengan produk yang dijual.
“Nanti kalau
reseller sudah jago jualan, baru naikkan tiernya dari reseller menjadi agen, dan setelah itu baru menjadi distributor. Walaupun cukup memakan proses, tapi menjadikan bisnis cukup mampu bertahan di pasaran karena lewat reseller itu membangun permintaan dan kebutuhan dari konsumen,” ujarnya.
Margin dan DiskonMargin di sini menjadi penentuan dalam banyak hal, terutama selisih harga penjualan dengan keuntungan yang diperoleh. Sehingga nantinya akan menentukan pula dalam hitungan diskon atau bonus yang akan diberikan kepada agen mau pun
reseller.
“Jangan sampai pasukan tier ini nantinnya terlupakan. Mereka juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan diskon dan bonus. Maka untuk itu, perlu dipastikan hitungan keuntungan untuk kita sebagai pemilik bisnis, dan dibagi kepada beberapa tier tadi,” jelasnya.
Tidak ada kepastian terkait besaran bonus yang diberikan kepada masing-masing tier. Namun yang jelas, keuntungan perlu diperhitungkan secara matang, agar tidak menjadi beban kerugian karena harus membagikan bonus kepada pasukan tier.
Aturan dan Kode EtikPerlu ada ketegasan dan aturan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam grup. Sebab, pasukan lebih rentan terhadap sebuah drama.
“Pasukan tier ini rentan sekali rusuh dan protes. Maka perlu membuat aturan yang tertuang dalam sebuah dokumen dan perlu ditaati oleh seluruh pasukan tier, ini yang namanya aturan dan kode etik,” jelasnya.
Hadiah dan HukumanIntinya adalah segala hal yang termasuk ke dalam kegiatan transaksi jual-beli produk. Ketika pasukan tier mampu melebihi target penjualan maka perlu ada hadiah yang diberikan kepada mereka untuk terus bisa meningkatkan penjualan lebih banyak lagi.
“Jadi mereka bisa termotivasi untuk bisa menjual produk kita lebih baik lagi. Begitu juga dengan hukuman ketika ada pelanggaran kode etik, sehingga dengan ini semua diharapkan pasukan tier mampu bekerja dengan baik dan sesuai dengan kaidah aturan yang diberlakukan,” ujarnya.
Kurikulum dan PembinaanPemasaran dengan sistem
reseller ini memerlukan adanya pembinaan untuk melakukan penjualan. Hal ini penting, karena setiap orang memiliki tingkat kemampuan jual yang berbeda.
“Jadi jangan kita suruh jualan saja, sementara produknya sulit untuk laku. Paling tidak dalam sebulan dilakukan beberapa kali mentoring dan tentukan apa saja materi yang akan diberikan dalam bimbingan tersebut,” jelasnya.
Pemasaran dan PromosiKebanyakan
reseller biasanya menginginkan segala kemudahan dalam melakukan penjualan. Artinya kemudahan ini juga tidak terlepas dengan pemahaman terhadap proses dan strategi pemasaran.
Sehingga dalam hal ini perlu dipersiapkan beberap faktor pendukungnya, seperti video, foto, dan deskripsi sesuai dengan kaidah
copywriting penjualan. “Jadi nanti
reseller akan dimudahkan dengan langsung
copy paste produk ke pada platform digital milik mereka masing-masing,” tuturnya.
Baca juga: Jangan Asal Posting Dagangan, Ini Tips Laris Berjualan OnlineSistem dan DukunganPerlu juga memberikan kemudahan bagi
reseller ketika mereka mendapatkan orderan masuk. Sehingga tahapan pemesanan, pengemasan, dan pengiriman ini nantinya tidak menjadi sebuah masalah.
Selain itu, produk dengan minat paling tinggi dan penyumbang omzet terbesar juga harus dihadirkan kepada reseller. Hal ini untuk memudahkan peningkatan daya jual mereka.
“Sistem data untuk stok juga penting, jangan sampai semua proses yang ada, dilakukan dengan cara manual, karena pasti akan lama dan ribet. Hadirkanlah kemudahan tata cara proses pemesanan dan pengiriman barang nantinya, sehingga bisnis bisa berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan masalah,” ujarnya.
(zul)