Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Bisakah Ibadah Pas-Pasan Mendapat Syafaat Nabi Muhammad?

Muhajirin Sabtu, 18 Maret 2023 - 18:00 WIB
Bisakah Ibadah Pas-Pasan Mendapat Syafaat Nabi Muhammad?
Salat berjamaah di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Foto: iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Ibadah merupakan kewajiban setiap muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Namun, seringkali ada orang yang merasa kesulitan untuk melaksanakan ibadah dengan sempurna.

Ada orang yang kesulitan dalam menunaikan salat, ada pula yang kesulitan dalam melaksanakan puasa. Lantas, apakah ibadah pas-pasan bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW?

Baca juga: Pengertian Syafaat Sesuai Keterangan Al Quran dan Hadist

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menjelaskan, meski banyak orang yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah dengan penuh khusyuk, namun hal ini tidak berarti ibadah yang dilakukan tidak bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW.

“Berinfak pas-pasan, salat dan puasa pun pas-pasan. Puasa hanya menahan lapar dan haus saja, tapi hati dan lisan tidak berpuasa. Pertanyaannya, amalan apakah yang bisa menyelamatkan kita di padang mahsyar dan dapat syafaat dari junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,” kata Buya Yahya di salah satu tausiahnya, dikutip Sabtu (18/3/2023).

Oleh karena itu, Buya Yahya menekankan, jika belum bisa mencapai tingkatan sempurna dalam beribadah, maka upayakan fokus memaksimalkan ibadah fardhu.

Baca juga: Membawa Syafaat di Hari Kiamat, Ini Keutamaan Baca Al-Qur'an

Amalan yang bisa menyelamatkan seseorang di padang mahsyar dan mendapatkan syafaat Rasulullah adalah dengan menunaikan ibadah fardhu terlebih dahulu.

“Jangan sok bicara sunnah, tapi yang wajib sering bolong. Nama orang keblinger dalam bahasa Jawa buru jengkeh, cari yang kecil ikan gede dibuang, sibuk salat sunnah, fardhunya enggak karu-karuan,” ujar Buya Yahya.

Maka itu, seorang muslim harus mengupayakan kekhusyukan setiap melakukan ibadah fardhu. Menjalankan ibadah harus dilakukan dengan khusyuk. Ibadah melibatkan jasad dan jiwa. Jasad yang melakukan sujud dan rukuk, jiwa yang khusyuk.

“Makanya, jangan sampai gara-gara tidak ada khusyuk lalu tidak salat. Lakukan salat. Nanti Allah akan beri khusyuk, kemudian belajar khusyuk itu sendiri sudah mendapatkan pahala,” tutur Buya Yahya.

Baca juga: 4 Syafaat Bagi yang Senantiasa Membaca Al-Aqur'an

Bagi orang yang masih kesulitan dalam melaksanakan ibadah dengan sempurna, Buya Yahya menekankan hal terpenting adalah berusaha.Tidak boleh langsung putus asa dan berhenti melakukan ibadah hanya karena merasa kesulitan.

“Nah, itu namanya usaha, enggak ada orang itu langsung jreng, langsung jadi orang istimewa, begitu bertahap semuanya tapi berangkat dari apa, dari seperti yang dirasakan tadi,” ungkap Buya Yahya.

Buya Yahya juga mencontohkan soal infak. Meski seseorang hanya bisa berinfak pas-pasan, tapi tetap bisa mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Tidak perlu dipaksakan berinfak dengan nominal besar. Meski kecil, tapi disertai keikhlasan, itu akan menjadi penolong di akhirat kelak.

“Paling senang apa? Kalau paling senang duit, jadi dia berjanji kalau sampai aku ngomong kotor, saya bayar Rp15.000. Pokoknya gimana lah,” ujar Buya Yahya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)