LANGIT7.ID, Semarang - Petani Cabai di Jawa Tengah (Jateng) mengeluhkan harga cabai yang anjlok, sekitar Rp7 ribu per kilogram. Sebagai upaya mendukung kesejahteraan petani, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mendorong para jajarannya untuk memborong cabai dari petani guna meringankan beban mereka.
Ganjar mengatakan, bantuan dari pemerintah daerah perlu dilakukan, salah satunya melalui tindakan cepat untuk membantu petani agar tidak merugi akibat anjloknya harga cabai.
“Hari ini kita semua harus membantu petani, karena harga cabai sedang anjlok. Saya minta kawan-kawan aparatur sipil negara (ASN) beli cabai dari petani ramai-ramai, untuk membantu mereka,” katanya secara daring di acara literasi keuangan Ibu Berbagi Bijak untuk UMKM, Kamis (26/8).
Baca juga: Berkat SPLU PLN, Pembuatan Kapal Nelayan di Majene Lebih Cepat dan EfisienMenurutnya, perihal bantuan yang dilakukan berupa tanggapan cepat tersebut sudah sering dilakukan oleh jajarannya. Sehingga, para ASN sudah terbiasa dengan perintah demikian.
Namun, perlu ada tindakan jangka panjang agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pihaknya juga meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, untuk turut memberikan bantuan.
“Saya harap BI juga bisa membantu mengatasi persoalan ini. Sebab, bicara soal komoditas pertanian, banyak makelar yang mengambil untung terlalu banyak, ini yang harus diatasi,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga berfokus kepada permasalahan dampak dari pandemi Covid-19. Ia mengaku telah menyiapkan berbagai program bantuan untuk membantu pelaku UMKM, industri kecil maupun besar hingga penanganan untuk anak yatim.
“Untuk UMKM, ada sekitar 750 UMKM yang berhasil kita data. Kami berikan program mulai pelatihan, akses permodalan hingga akses ke
platform e-commerce. Saat ini memang kita getol latih UMKM untuk bertransformasi ke arah digital,” ujarnya.
Baca juga: Deretan Bisnis Jusuf Kalla, Otomotif Hingga EnergiSementara itu, di waktu yang sama Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman mengatakan, program Ibu Berbagi Bijak dibuat memang bertujuan untuk membantu UMKM di Jateng dan Yogyakarta. Sudah ada 320 UMKM yang terlibat dalam program ini.
“Kami membantu dengan cara memberikan pelatihan, termasuk akses ke e-commerce raksasa. Ini adalah salah satu kontribusi kami untuk mendukung pemulihan ekonomi di Jateng dan Yogyakarta,” imbuhnya.
(zul)