Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Sepak Terjang Dakwah Sultan Baabullah Datu Syah, Mercusuar Syiar Islam di Nusantara

Muhajirin Jum'at, 05 Mei 2023 - 12:00 WIB
Sepak Terjang Dakwah Sultan Baabullah Datu Syah, Mercusuar Syiar Islam di Nusantara
Sultan Baabullah Datu Syah
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sultan Baabullah Datu Syah adalah seorang tokoh sejarah Indonesia yang memiliki peran penting dalam mengusir penjajah Portugis dari Maluku. Pria yang dijuluki sebagai penguasa 72 pulau ini dikenal sebagai seorang pejuang yang gigih dan berani, serta memiliki semangat tinggi dalam melawan penjajah.

Yusuf Hasani dalam buku Sistem Pemilihan Sultan Kesultanan Ternate menjelaskan, masa pemerintahan Sultan Baabullah berlangsung dalam periode 1570-1583 M. Masa itu disebut sebagai zaman keemasa n dalam sejarah Kesultanan Ternate. Sebab, Sultan Baabullah berhasil menaklukkan Portugis.

Kesultanan Ternate, yang menguasai sebagian Kepulauan Maluku, juga dikenal dengan nama Kerajaan Gapi dan dipimpin oleh Sultan Baabullah pada abad ke-16. Selain sebagai penguasa setempat, Sultan Baabullah juga menjadi pendukung dan penyebar syiar Islam, menjadikan kesultanan ini sebagai salah satu mercusuar peradaban Islam di Nusantara.

Baca juga:Inilah Sosok NU Tulen yang Layak Menjadi Cawapres

Selama masa pemerintahannya, Sultan Baabullah berjuang melawan kesewenangan Portugis di Maluku dan berhasil menaklukkan mereka, sehingga dianggap sebagai zaman keemasan dalam sejarah Kesultanan Ternate. Pada usia muda, pria kelahiran 10 Februari 1528 itu telah digembleng oleh para mubaligh dan panglima serta menduduki beberapa posisi strategis, termasuk jabatan kapita samudera.

Pendakwah dari Yogyakarta, Salim A Fillah, Sultan Baabullah Datu Syah menggagas perlawanan terhadap Portugis setelah ayahnya, Sultan Khairun Jamil, dibunuh dengan cara laknat di benteng Sao Paulo.

“Di situ dia mengaumkan sumpah soya-soya sumpah jihad habis-habisan untuk mengusir orang-orang yang telah berlaku laknat di Negeri Ternate dengan membunuh Khairun Jamil dengan pengkhianatan yang sangat memalukan," kata Salim A Fillah dalam tausiahnya di Pro-You Channel, Jumat (5/5/2023).

Setelah ayahnya dibunuh, Sultan Baabullah Datu Syah mengerahkan kira-kira 2.000 armada kora-kora dan 120.000 pasukan untuk menghantam seluruh benteng-benteng Portugis di nusantara timur. Ia memimpin armada-armada perangnya untuk menghancurkan seluruh benteng Portugis kecuali benteng tempat ayahnya dibunuh, yang dikepung selama 5 tahun.

"Tidak ada lagi monopoli yang dilakukan oleh orang Portugis sehingga Sir Prancis Drake Laksamana Agung Inggris sempat berkunjung ke Ternate pada 1579 dan bertemu dengan Babullah yang dia gambarkan suaranya lirih dan anggun tapi kalau sudah mengaung bagaikan singa," jelas Salim A Fillah.

Dalam dakwahnya, Sultan Baabullah Datu Syah juga dikenal sebagai seorang yang sangat gigih dan berani. Ia tidak hanya memimpin perlawanan melawan penjajah Portugis, tapi juga mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat setempat.

"Inilah penguasa 72 jazirah yang membentang dari Mindanao di utara sampai kepulauan Nusa Tenggara di selatan, dari pantai timur dan utara Sulawesi sampai ke tenggaranya hingga ke bagian dekat dengan Seram yang berbagi wilayah dengan Tidore. Pada masa itu, inilah Babullah," tutur Salim A Fillah.

Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan nasional kepada Sultan Baabullah pada 10 November 2020. Dia pun menjadi tokoh kedua dari Provinsi Maluku Utara yang menjadi pahlawan nasional, yakni setelah Sultan Nuku pada 1995.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)