Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Ketum Muhammadiyah: Indonesia Bukan Benda Mati yang Bisa Dikuasai Sepihak Siapapun

tim langit 7 Rabu, 07 Juni 2023 - 19:00 WIB
Ketum Muhammadiyah: Indonesia Bukan Benda Mati yang Bisa Dikuasai Sepihak Siapapun
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat tampil pada acara GagasRI 29 Mei 2023 di Jakarta.Foto/Instagram
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pernyataan serius menyangkut kondisi bangsa ini. Negara ini bukan benda mati yang bisa dipermainkan, dikuasai secara sepihak oleh siapapun.

Pernyataan Nashir ini diunggah dalam akun Instagram @haedarnashirofficial.

"Indonesia bukanlah benda mati yang bebas diperebutkan dan dikuasai sepihak oleh siapapun. Indonesia, adalah negara milik semua dan benda yang bernyawa. Sebagai pandangan Soepomo, Soekarno dan Moh. Hatta" tulisnya diposting Rabu (7/6/2023) siang.

Nashir menambahkan, pada Sidang BPUPK, Soepomo menegaskan bahwa Indonesia yang akan dibangun setelah merdeka bukan sekadar ragat fisik, melainkan Indonesia yang bernyawa. Di forum yang sama, Soekarno mengatakan bahwa Indonesia adalah negara untuk semua, bukan negara milik satu golongan.

Sementara itu, Moh. Hatta menjelaskan Pasal 33 UUD 1945 bahwa perekonomian Indonesia disusun atas asas ekonomi kerakyatan yang terpimpin untuk mewujudkan kesejahteraan dan hajat hidup orang banyak.

Baca juga:Pemilu 2024 Harus Dikawal Agar Lebih Subtantif dan Bahas Isu Kebangsaan Krusial

Secara ideal, Indonesia seharusnya tidak memiliki masalah krusial terkait isu-isu kesejahteraan, keadilan sosial dan kemanusiaan. Sebab, kelahiran Indonesia berasal dari gagasan kritis yang teruji secara ketat melalui periode panjang dari masa pergerakan nasional, sidang BPUPK hingga Konstituante.

"Rumitnya beragam masalah yang kini justru menyelimuti Indonesia seperti korupsi yang menggurita, hutang luar negeri, kemiskinan struktural, hingga oligarki bisnis dan politik yang semakin tak terkendali adalah bekas dari kegagalan elit untuk berkomitmen dan setia pada fondasi yang diletakkan para pendiri bangsa," imbuh Hashir dalam unggahan yang mendapat like 1.975 ini.

"Problem kita sebagai bangsa sekarang adalah kita tidak punya kesinambungan dalam merajut gagasan-gagasan dasar yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa. Bahkan mulai ada kecenderungan distorsi (pemutarbalikan realitas), kencenderungan stagnasi (kemacetan), dan kecenderungan deviasi (penyimpangan)," kata Haedar Nashir.

"Menjelang 78 usia kemerdekaan RI, mari kita merenungi kembali untuk apa Indonesia ini lahir. Ada problem mendasar yang mengancam eksistensi Indonesia dan perlu dijadikan evaluasi bersama,"

Masalah dan tantangan dalam berbangsa maupun dalam kehidupan umat manusia pada umumnya selalu datang silih berganti. Manusia sebagai "khalifah di muka bumi" dihadirkan ke dunia untuk menyelesaikan masalah dan menghadapi tantangan dengan keyakinan dan kemampuan akal budinya, suatu potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk Tuhan lainnya.

Baca juga:Indonesia Pimpin ASEAN Coast Guard Forum 2023

Ketika manusia membuat masalah maka bertanggungjawablah untuk menyelesaikannya, disertai pertaubatan untuk tidak kembali membikin masalah yang menyebabkan beban berat bagi kehidupan sesama manusia yang tidak bersalah.

Masih ada jalan bagi siapapun di negeri ini untuk menempuh jalan kebaikan sejauh di dalam dirinya masih memiliki suara hati yang jernih dan mau mendengarkannya dengan tulus.

Kita sebarkan optimisme dan jalan kebaikan secara bersama-sama dari berbagai jalur agar jalan kebenaran dan kebaikan dapat mengalahkankan segala keburukan di muka bumi.

Nabi Muhammad mengingatkan, "seorang muslim yang menanam suatu tanaman, niscaya apa yang termakan akan menjadi sedekah, apa yang tercuri akan menjadi sedekah, dan apapun yang diambil oleh seseorang akan menjadi sedekah bagi pemiliknya sampai hari kiamat datang," HR Muslim dari Jabir.

Nashir menyampaikan pernyataan panjang ini dalam "Forum GagasRI" yang digelar sebuah media nasional 29 Mei 2023 di Jakarta.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)