LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) PP Muhammadiyah, Muhbib Abdul Wahab, menjelaskan, secara tematik
kurban memiliki lima istilah yang saling berkaitan.
Istilah pertama yakni kurban itu sendiri. Kurban merupakan istilah paling awal digunakan dalam konteks sejarah berkurban. Allah SWT menggunakan istilah itu dalam Surah Al-Maidah ayat 27, yakni terkait perintah kepada putra Nabi Ibrahim AS untuk berkurban sesuai dengan yang dimiliki.
Istilah kedua adalah Adha atau udhiyah, yang berarti penyembelihan. Istilah ini mengandung makna muatan waktu. Artinya, hewan kurban bisa disembelih pada waktu dhuha.
Baca juga:
Mana Didahulukan, Bayar Utang atau Berkurban?"Ada juga yang mengatakan bahwa proses penyembelihan hewan kurban itu dilakukan di waktu dhuha sampai selesai. maka adha-dhuha juga memiliki makna muatan waktu," kata Muhbib dalam pengajian PP Muhammadiyah yang disiarkan secara daring, dikutip Sabtu (17/6/2023).
Istilah ketiga adalah dzibh atau dzabih. Hal itu merujuk pada Surah Ash-Shaffat ayat 107. Kedua kata itu bermakna sembelihan atau yang disembelih. Istilah keempat yang berkaitan dengan kurban adalah nahr, maknanya lebih pada proses pemotongan hewan.
"Sehingga, hari penyembelihan itu sering juga disebut dengan ayyamun nahr," ujar Mubib.
Istilah kelima adalah tasyriq yang memiliki arti asal adalah menjemur atau mendendeng daging. Istilah kelima ini menjadi indikasi sekaligus anjuran agar daging kurban tidak dikonsumsi habis dalam waktu sehari atau pas hari H.
Baca juga:
Ketua MUI Cholil Nafis Desak Pemerintah Proses Hukum Al-Zaytun“Dengan adanya hari tasyriq itu dimaksudkan agar kita berpikir strategis dan jangka panjang, bagaimana dahulu itu belum ada mesin pendingin dan juga belum ada cara mengolah olahan daging yang awet-tahan lama,” kata Muhbib.
Dari kelima istilah yang saling berkaitan tersebut dapat disimpulkan, kurban merupakan menyembelih hewan kurban setelah salat Iduadha, dan pada hari tasyriq (11, 12 dan 13 Zulhijah) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kepada sesama.
Maka dengan demikian, hewan yang disembelih sebelum dilaksanakan Salat Iduladha, tidak bisa disebut sebagai hewan kurban. Cara mendekatkan diri kepada Allah ialah dengan bertakbir. Sementara, mendekatkan diri ke sesama adalah dengan gotong royong pada proses penyembelihan sampai pembagian.

(ori)